Angkutan Konvensional Diharapkan Mampu Berbenah Diri

Jaenal Mutakin    •    Rabu, 18 Oct 2017 15:12 WIB
transportasi berbasis aplikasi
Angkutan Konvensional Diharapkan Mampu Berbenah Diri
Warga menaiki angkutan kota (angkot) di kawasan Wastu Kencana Bandung, Jawa Barat -- ANT/Agus Bebeng

Metrotvnews.com, Bandung: Pelaku angkutan konvensional diharapkan mampu berbenah diri. Munculnya transportasi berbasis aplikasi seharusnya menjadi titik awal para pelaku angkutan konvensional meningkatkan standar pelayanan minimal.

"Standar pelayanan minimal angkutan konvensional yang utama harus memperhatikan keselamatan. Itu menjadi nomor satu," kata Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik di Gedung Sate, Bandung, Rabu 18 Oktober 2017.

Dedi mengatakan, perlu dilakukan cek fisik kendaraan secara rutin untuk memenuhi standar kelayakan angkutan. Perlengkapan di dalam kendaraan juga harus sesuai standar.

"Tim penguji dari kabupaten/kota yang berhal menyatakan kendaraan layak jalan," jelas dia.

Menurut Dedi, angkutan juga wajib menempel stiker nama dan nomor trayek di bagian depan serta belakang kendaraan. Ini untuk memudahkan penumpang agar tidak salah menaiki angkutan umum.

"Lampu kendaraan harus berfungsi 100 persen dan sesuai standar teknis. Selain itu, pengemudi wajib mengenakan seragam dan dilengkapi identitas diri," lanjut Dedi.

Lapisan kaca film kendaraan, kata Dedi, tidak melebihi kegelapan 60 persen. Ini sebagai antisipasi adanya tindak kejahatan.


(NIN)