Wacana Pengangkatan Guru Honorer Diragukan

Ahmad Rofahan    •    Jumat, 09 Feb 2018 15:11 WIB
pendidikanguru
Wacana Pengangkatan Guru Honorer Diragukan
Seorang Guru melakukan proses belajar mengajar. (ANT/Rudi Mulya)

Cirebon: Rencana pengangkatan guru honorer sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) disambut baik oleh guru honorer di Kabupaten Cirebon. Namun, sejumlah guru meragukan bisa terealisasi. 

Ahmad Faiz, salah satu guru honorer di SMK Swasta di Cirebon, Jawa Barat, mengaku pernah mendengar rencana tersebut sejak era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sehingga ketika pemerintah kembali mengeluarkan wacana serupa, ia meragukan. 

“Kalau benar ya syukur. Tapi, saat zaman SBY juga begitu, nyatanya kita masih tetap begini (honorer),” ujar Faiz di Cirebon, Jumat, 9 Februari 2018.

Menurutnya, pemerintah jangan kembali mengumbar janji. Karena menurut Faiz, perjuangan yang dilakukan oleh guru honorer sangat besar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

Guru honorer lainnya Ahmad Rofi justru mempertanyakan wacana pemerintah. Dia mengaku belum  mendapat informasi detail, kategori honorer mana yang akan diangkat menjadi PNS. 

“Apakah guru honorer K1 atau K2, atau semua guru honorer,” ujar Rofi.

Ia berharap, pemerintah mengangkat guru honorer dengan melihat masa bakti dan pengalaman mengajar. Karena menurutnya, banyak guru honorer yang sudah berumur, namun belum ada kepastian diangkat menjadi PNS.



(LDS)