SBY Ingin Perangkat Negara Netral

Rizky Dewantara    •    Jumat, 05 Jan 2018 11:37 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
SBY Ingin Perangkat Negara Netral
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)--Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap perangkat negara netral di Pilkada Serentak dan Pemilu 2019. Aparatur dan perangkat negara jangan sampai berupaya memenangkan kandidat tertentu, seperti presiden, gubernur, ataupun partai politik tertentu. 

"Kami harap aparatur negara, seperti Kepolisian, Kejaksaan, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI, berlaku netral," kata SBY dalam pidato politik awal tahun 2018 di kantor DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Jumat, 5 Januari 2018.

SBY juga mengingatkan personel TNI atau polisi yang ingin maju pada pilkada memiliki ketentuan dan aturan main. Dia tak mau langkah yang saat ini diambil perwira aktif menjadi pergunjingan di kemudian hari.

Presiden ke-6 itu meminta negara mengawasi dan memeriksa penggunaan keuangan para kandidat. Jangan sampai uang negara dipakai kandidat tertentu. "Jika terjadi, ini kejahatan politik," kata SBY. "Sanksinya berat."

SBY menuturkan agenda politik bakal banyak dilakukan pada 2018 terutama pilkada serentak. Selain itu, di tahun yang sama juga akan dilakukan agenda tahapan pemilihan umum (Pemilu) presiden dan wakil presiden serta legislatif. 

Menurutnya agenda tersebut bukan urusan elite politik semata. Namun, juga kepentingan rakyat lantaran dinilai akan berpengaruh terhadap nasib dan masa depan bangsa.

"Saya perlu jelaskan, Demokrat tidak bermaksud menggurui atau mendikte negara dan pemerintah, khususnya berkaitan dengan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019," ujar SBY.

Dalam kesempatan itu, SBY juga menyampaikan lima poin pandangan dan komitmen Partai Demokrat untuk Pemerintah Presiden Joko Widodo pada tahun politik ini. SBY menyakini pemerintah juga ingin memastikan pilkada dan pemilu dapat berjalan aman, damai, dan dapat berlangsung jujur, adil serta demokratis. 

Pertama, SBY meminta untuk menjunjung tinggi moral dan etika politik dalam pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Kedua, SBY berharap penyelenggara pilkada dan pemilu dapat menjaga integritas dan kualitas kinerjanya.

Ketiga, SBY menekankan agar selalu ingat netralitas bagi penyelenggara negara termasuk BIN, Polri, Kejaksaan, dan TNI. Keempat, penerbitan dan siaran media massa dinilai mesti adil dan berimbang.

"Terakhir, rakyatlah yang berdaulat dan jadi penentu. Negara harus menjamin kemerdekaan dan keamanan mereka untuk menjatuhkan pilihannya," tukasnya.




(ALB)