Sejak 2015, Tasikmalaya Ekspor Ratusan Ribu Ton Beras

Antara    •    Rabu, 01 Nov 2017 19:51 WIB
ekspor impor beras
Sejak 2015, Tasikmalaya Ekspor Ratusan Ribu Ton Beras
Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhatul Ulum, MTVN - Jaenal Mutakin

Metrotvnews.com, Tasikmalaya: Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengekspor beras organik ke berbagai negara. Berkat kerja sama pemerintah dengan petani, Tasikmalaya mampu mengekspor 771.981 ton.

Bupati Tasikmalaya Uu Rizhanul Ulum mengatakan ekspor dilakukan sejak tahun kemarin. Jumlah ekspor beras meningkat 11,42 ton dibanding 2015.

"Kami juga telah mengekspor beras hingga ke lima benua," kata Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Rabu 1 November 2017.

Selain beras, kata Uu, pada 2016, Pemkab Tasikmalaya meningkatkan produksi komoditas pertanian lainnya seperti jagung (16.746 ton), kedelai (6.098 ton), kacang tanah (5.731 ton), ubi kayu (234.304 ton), ubi jalar tanam (25.673 ton), dan cabai rawit (3.475 ton).

Menurut Uu, pemerintah harus bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Sebab beras dan pangan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan.

"Sehebat apapun teknologi, pembangunan infrastruktur, kalau tidak ada pangan berbahaya. Masyarakat tidak makan besi beton, tidak makan hotmix," kata Uu.

Uu mengaku melakukan berbagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga lahan. Satu di antaranya menggandeng DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk menyepakati penerbitan peraturan daerah tentang sawah abadi.

Ia juga terus berupaya mencetak sawah baru. Nantinya masyarakat yang menggarap lahan tersebut.

Penkab Tasikmalaya menganggarkan dana miliaran rupiah untuk menggarap lahan. Pada 2017, kata Uu, Pemkab menargetkan mencetak 500 hektare sawah baru. 

"Lahan sawah baru ini kita serahkan lagi ke warga-warga yang memang pemilik tanahnya," ujarnya.

Ia menuturkan dari luas lahan 9.582 hektare, Kabupaten Tasikmalaya berkontribusi 907.334 ton terhadap produksi beras nasional 2016. Dengan jumlah penduduk 1,735 juta, daerah di selatan Jawa Barat ini masih surplus beras sebesar 324.741 ton.

"Kami juga mengekspor manggis, setiap tahunnya rata-rata 2.000 ton dan untuk meningkatkan serapan hasil pertanian warganya kami elakukan kerja sama dengan berbagai pihak," kata dia.

Pihaknya akan berkoordinasi Badan Urusan Logistik (BULOG) agar bisa memanfaatkan beras dari Kabupaten Tasikmalaya untuk dijadikan beras sejahtera (rastra).

Kerja sama tersebut dilakukan agar penyaluran rastra untuk wilayahnya agar bisa menggunakan beras hasil produksinya tersebut.

Berkat capaian kemandirian pangan itu, Uu beberapa kali menyabet penghargaan di bidang pertanian. Hampir setiap tahun, Kabupaten Tasikmalaya mendapat penghargaan terkait kemandirian itu.

Pada 2012, 2013, dan 2014, Uu menerima penghargaan dari Kementerian Pertanian karena mampu meningkatkan produksi gabah kering di atas 5 persen hingga pernah mencapai 10 persen.

Kemudian pada 2017, Presiden RI Joko Widodo menganugerahkan Satya Lencana untuk Uu Ruzhanul Ulum atas keberhasilannya di bidang pertanian.


(RRN)