Butuh 50% Kawasan Hutan Redam Longsor di Puncak

Rizky Dewantara    •    Kamis, 08 Feb 2018 12:16 WIB
longsorbencana longsor
Butuh 50% Kawasan Hutan Redam Longsor di Puncak
Petugas gabungan melanjutkan pencarian korban longsor Puncak. (ANT/Yulius Satria Wijaya)

Bogor: Peneliti senior Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor (IPB), Ernan Rustiadi, menyatakan pengurangan daya dukung kawasan hutan sebagai penyebab utama longsor di jalur Puncak, Bogor. Tercatat, hutan yang tersisa di kawasan Puncak, Bogor, sekitar 30 persen. 

"Yang berubah dari tahun ke tahun justru kerentanan dan daya dukung. Penyebabnya, tutupan lahan hutan semakin berkurang yang tergantikan dengan pemukiman,” tegas Ernan kepada Medcom.id, saat ditemui di IPB Dramaga Bogor, Jawa Barat, Kamis, 8 Februari 2018.

Baca: Pemkab Bogor Wacanakan Relokasi Warga Terdampak Longsor

Ernan menambahkan sekitar 30 persen hutan yang tersisa di Puncak hanya area yang ditetapkan sebagai kawasan hutan dalam surat keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebanyak 34 persen adalah lahan perkebunan, 11 persen permukiman, dan 18 persen sawah.

Sisanya merupakan lahan peralihan dari sawah atau hutan yang akan dialihfungsikan sebagai permukiman maupun perkebunan. 

"Sedikitnya 40 persen permukiman di kawasan Puncak tidak berdiri di tempat yang semestinya. Alhasil, keseimbangan tata ruang berpotensi terganggu dan menyebabkan daya dukung kawasan berkurang hingga bencana longsor mudah terjadi," kata dosen IPB itu. 

Baca: Puncak Punya Lima Parameter Rawan Longsor

Dengan kondisi tutupan hutan yang semakin berkurang, daya dukung kawasan Puncak terus menurun. Untuk menyeimbangkannya, diperlukan tutupan hutan setidaknya mencapai 50 persen. 

"Untuk mencapai 50 persen itu, permukiman dan perkebunan memang harus dialihfungsikan kembali sebagai hutan lindung. Hutan lindung setempat bisa disebar di dekat permukiman masyarakat," pungkasnya. 

Cuaca ekstrem, kata Ernan, bukan faktor utama terjadinya longsor di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian pada 2015, tidak ada perubahan cuaca ekstrem di kawasan Puncak. 


(LDS)