Ledakan Pabrik Kembang Api

Keluarga Sebut Ega Hanya Sopir Perusahaan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 04 Nov 2017 13:40 WIB
gudang petasan meledak
Keluarga Sebut Ega Hanya Sopir Perusahaan
Anggota DVI Polri meninjau lokasi kejadian saat olah TKP kebakaran pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten -- ANT/igid Kurniawan

Metrotvnews.com, Bandung Barat: Satu tersangka kasus ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Subarna Ega masih misterius. Polisi belum menemukan tukang las yang bekerja di PT Panca Buana Cahaya Sukses itu.

Kepala Desa Batu Layang Cililin Beben menjelaskan, Ega adalah warga Subang. Setelah menikah, Ega tinggal di Cisitu, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

"Istrinya saudara saya. Sampai hari ini, kita belum tahu bagaimana nasib Ega," kata Beben, Jumat 3 November 2017.

(Baca: Satu Tersangka Ledakan Pabrik Mercon Masih Misterius)

Beben menuturkan, Ega sebenarnya bekerja sebagai sopir di pabrik kembang api tersebut. Namun, oleh atasannya Ega disuruh mengelas.

"Kalau tidak dijalankan, takutnya nanti dipecat. Saat sedang mengelas, percikannya diduga kena kembang api. Saudaranya Ega yang ikut kerja di situ sempat mental sampai beberapa meter ke belakang," cerita Beben.

Jika benar ledakan di pabrik dipicu percikan api dari las, lanjut Beben, kemungkinan Ega sudah meninggal. "Kalau menurut pendapat saya, korbannya kan banyak sekali, sehingga sulit mengidentifikasi jasad Ega," terangnya.

(Baca: Polisi Periksa Tulang Belulang di Lokasi Pabrik Petasan)

Beben berharap, status tersangka pada Ega dapat dicabut. Pasalnya, saat ini keluarga masih berduka dan belum mengetahui bagaimana nasib Ega.

"Istrinya masih menunggu informasi soal Ega dari RS Kramatjati Jakarta," pungkasnya.

Sebelumnya, pabrik petasan milik PT Panca Buana Cahaya Sukses meledak pada Kamis 26 Oktober 2017. Polisi pun menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini, yaitu pemilik PT Panca Buana Cahaya Sukses Indra Liyono, Direktur Operasional PT Panca Buana Cahaya Sukses Andria Hartanto, dan tukang las Subarna Ega.

Indra dan Andria sudah ditahan polisi. Sementara keberadaan Subarna masih dalam proses pencarian. Subarna diduga menjadi salah satu korban tewas yang belum teridentifikasi.

 


(NIN)