Cara Emil Tangani Masalah Kawasan Bandung Utara

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 24 Mar 2018 17:23 WIB
infrastrukturpilkada serentakpilkada 2018
Cara Emil Tangani Masalah Kawasan Bandung Utara
Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Bandung: Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyoroti maraknya pembangunan komersial di Kawasan Bandung Utara (KBU) yang disinyalir menjadi penyebab banjir di beberapa daerah Bandung Raya. Bahkan Emil telah menyiapkan program kerja dengan membentuk unit kerja Cekungan Bandung.

Menurut Emil, unit kerja Cekungan Bandung dianggap sangat penting hadir untuk menuntaskan persoalan di KBU. Pasalnya selama ini, penyelesaian masalah di KBU belum dilakukan secara baik antar pemerintah daerah yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

"Kalau saya terpilih nanti dibentuk unit kerja Cekungan Bandung. Jadi tidak usah pimpong-pimpong lagi kota mana kabupaten mana yang bertanggungjawab. Jadi semuanya harus kerjasama untuk menyelesaikan persoalan di KBU," ujar Emil di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 24 Maret 2018.

Emil menuturkan, unit kerja tersebut akan mengurus terkait tata ruang khususnya di KBU. Unit kerja itu pun akan mendapat kewenangan untuk merancang tata ruang di KBU agar tidak berdampak bencana seperti longsor dan banjir.

"Iya contoh banjir Cicaheum itu kan banjirnya datang dari gunung, gunungnya berada di Kabupaten. Jadi tanpa diperbaiki fundamentalnya susah di masa depan. Cicaheum sudah belasan tahun tidak ada, itu artinya bukan rutinitas," urai Emil.

Selain itu, Emil pun akan memperketat setiap perizinan pembangunan yang berkaitan dengan KBU. Bahkan, lanjut Emil, bukan tidak mungkin pembangunan di kawasan konservasi tersebut bisa dihentikan untuk mengurangi dampak bencana.

"Kita akan teliti apakah diberhentikan moratorium, apakah dikurangi dengan sebuah kriteria, intinya peraturan pemerintah harus adil jangan enggak tapi ada yang harus jadi gak bisa. Jadi intinya kita akan reveiw di kepemimpinan saya kalau dipilih KBU akan super ketat," pungkasnya.


(ALB)