Warga di Sidamulih Pangandaran Diminta Waspadai Longsor Susulan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 09 Oct 2017 15:47 WIB
tanah longsor
Warga di Sidamulih Pangandaran Diminta Waspadai Longsor Susulan
Warga dan petugas bergotong-royong membersihkan material longsor di Sidamukti, Pangandaran, dok: ist

Metrotvnews.com, Pangandaran: Sejumlah warga korban banjir dan longsor di Pangandaran, Jawa Barat, mulai kembali ke rumah masing-masing. Warga pun mulai membersihkan material longsor dan sisa banjir dari rumah masing-masing.

Dedi Surahman, Camat Sidamulih, Pangandaran, mengatakan banjir sudah surut. Namun ia meminta warga tetap waspada.

"Banjir dan longsor bisa datang kapan saja. Baik siang maupun malam hari. Bulan ini juga sudah memasuki awal musim penghujan," kata Dedi melalui sambungan telepon kepada Metrotvnews.com, Senin 9 Oktober 2017.

Menurut Dedi, tanah di wilayah Sidamukti retak. Ia menduga keretakan dapat berpotensi longsor.

Kecamatan Sidamulih, lanjut Dedi, terdiri dari tujuh desa. Wilayah yang terdampak banjir paling besar pada Sabtu 7 Oktober 2017 yaitu Cikembulan. Sedangkan daerah yang terkena dampak paling parah akibat longsor yaitu Kalijati.

"Saat ini sudah kondusif. Kalau kemarin di Desa Cikembulan., kurang lebih 123 rumah terendam banjir. Di Kalijati, empat warga meninggal tertimbun longsor. Sampai sekarang juga masih berpotensi longsor," ungkap Dedi.

Baca: Longsor di Pangandaran, Empat Tewas Tertimbun

Banjir kemarin, jelas Dedi, hanya terjadi kurang lebih enam jam. Diduga, banjir akibat air sungai meluap saat hujan deras. Air laut pun pasang. Tapi tak ada korban jiwa.

Hingga saat ini BPBD Kabupaten Pangandaran dan Tim SAR masih melakukan pengawasan dan bersiaga. Mereka membantu warga, membenahi rumah yang terkena dampak banjir dan longsoran.



(RRN)