Jalan Non Tol Tujuan Bandara Kertajati Dibangun Desember

Ahmad Rofahan    •    Senin, 20 Nov 2017 17:30 WIB
pembangunan
Jalan Non Tol Tujuan Bandara Kertajati Dibangun Desember
Kadishub Jabar sedang melihat akses jalan non tol di Bandara Kertajati Majalengka.

Majalengka: Akses pembangunan jalan non tol menunju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka segera dibangun pada akhir tahun ini. Pembebasan lahan yang mengambil jalur lurus di atas lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah hampir rampung.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, pengerjaan fisik akses bukan tol yang menjadi penghubung menuju bandara internasional tersebut diperkirakan dimulai pada Desember 2017. Lahan yang sempat dihuni warga sepanjang 1,8 kilometer dengan lebar sekitar 60 meter atau seluas 40 hektare sudah hampir diselesaikan pembebasannya.

"Iya (Diperkirakan Desember 2017 pembangunannya). Pembebasan lahannya tinggal sedikit lagi," kata Dedi Taufik, saat mengunjungi lokasi jalan non tol,  Senin 20 November 2017.

Dedi mengatakan, kebutuhan anggaran non tol itu sekitar Rp77 miliar yang diserap dari APBD Pemprov Jabar saat ini tengah dilakukan tahap lelang. Lelang dilakukan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

"Prosesnya sekarang lagi dilakukan tender (lelang) oleh pemerintah pusat," ujar Dedi.

Senada dengan Dedi, Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, akses non tol yang menjadi infrastruktur utama di Kecamatan Kertajati, menuju jalur bandara sudah siap dikerjakan secara fisik. Apalagi pembebasan lahan yang sudah hampir selesai. Konstruksi nantinya akan dikerjakan pemerintah pusat langsung.

"Jalan akses non- tol sudah dan dianggarkan sekitar Rp77 miliar. Konstruksi dilakukan pemerintah pusat. Desember ini sudah ada pembayaran juga," ucap Virda. 

Adapun untuk akses tol yang terhubung langsung dengan Cipali diperkirakan baru dilakukan pada 2018 mendatang. Adapun alokasi yang disiapkan Pemprov Jabar sebanyak Rp120 miliar.



(ALB)