Satu Calhaj Asal Bogor Korban Penipuan Masih Tertahan di Filipina

Mulvi Muhammad Noor    •    Senin, 05 Sep 2016 21:06 WIB
haji 2016
Satu Calhaj Asal Bogor Korban Penipuan Masih Tertahan di Filipina
Calon haji yang menjadi korban penipuan di Filipina tiba di Bogor, Jawa Barat (Foto: dok/Humas Pemkab Bogor)

Metrotvnews.com, Bogor: Tiga calon haji asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, turut menjadi korban penipuan dan pemalsuan paspor dan kuota di Filipina. Dua di antaranya sudah dipulangkan ke kampung halaman, sementara satu calhaj lainnya masih berada di Filipina. 
 
Dua calhaj yang sudah dipulangkan yakni Evi Yulianti, warga Desa Gorowong, Kecamatan Parung Panjang, dan Ahmad Mantu, warga Kecamatan Jonggol. Evi dipulangkan melalui Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta bersama 57 warga negara Indonesia dari daerah lain yang juga menjadi korban penipuan di Filipina. Sementara Ahmad Mantu dipulangkan melalui Bandara Hassanudin, Makassar, Minggu 4 September.

Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Bogor Roy Khaerudin dan Kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yous Sudrajat menjemput dua korban. Mereka memastikan kedua warganya tiba di rumah masing-masing tanpa terkendala masalah administratif lagi. 
 
“Kami ditugaskan untuk mendapingi calon haji (korban penipuan) agar tidak terkena masalah seperti dokumen yang nantinya dikhawatirkan menggangu psikis dan fisik mereka," kata Roy Khaerudin dalam rilis pers yang diterima Metrotvnews.com, Senin (5/9/2016). 
 
Usai pemulangan korban, Pemkab Bogor akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kepolisian, dan lembaga terkait agar kejadian serupa tak terulang. Pemkab Bogor juga menugaskan Dinsosnakertrans untuk mendampingi para korban agar tidak ada gangguan psikologis usai kejadian ini. 
 
Yous Sudrajat mengatakan, pihaknya juga akan meminta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor untuk mensosialisasikan terknis pendaftaran dan pemberangkatan haji. Pihaknya juga akan melibatkan kepolisian untuk memantau biro travel haji agar menggunakan jalur legal. 
 
"Kami punya Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari Kemensos yang akan kami dorong untuk mendampingi korban," ujar Yous. 
 
Sementara itu, satu korban lainnya yakni Anton Kapriatna yang tak lain suami Evi Yulianti hingga kini belum bisa dipulangkan. Keterangan Anton bersama tujuh orang WNI lainnya sebagai saksi masih diperlukan aparat hukum di Filipina untuk mengungkap kasus penggunaan paspor palsu calon haji ini. 

(TTD)