Tim Gabungan Kesulitan Mencari Korban Hilang Banjir Bandang Garut

Arga sumantri    •    Senin, 26 Sep 2016 06:04 WIB
bencana banjir
Tim Gabungan Kesulitan Mencari Korban Hilang Banjir Bandang Garut
Petugas TNI mencari korban bencana banjir bandang pasca meluapnya aliran sungai Cimanuk di Lapangparis, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, Sabtu (24/9). ANT/Wahyu Putro.

Metrotvnews.com, Garut: Tim pencarian dan penyelamat gabungan mengalami kesulitan mencari korban yang masih hilang akibat banjir di Garut, Jawa Barat. Setidaknya masih ada 20 korban banjir Garut yang dilaporkan hilang.

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyatakan, tim gabungan kesulitan melakukan pencarian terhadap korban lain yang masih hilang lantaran wilayah terdampak terlalu luas.

Selain itu, tidak semua lokasi mampu dijangkau alat berat. Sehingga, tim terpaksa mengandalkan peralatan manual dan seadanya.

"Kami harus menyisir sampai Sumedang. Tim mencari korban di kawasan Bojonglarang, Cimacan, Lapangan Paris, Waduk Jatigede dan Kampung Cusurat Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang," kata Kepala Pusat Data Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keteranganya, Senin (26/9/2016).


Prajurit TNI membersihkan sisa lumpur akibat banjir bandang aliran Sungai Cimanuk di RSUD Dr Slamet, Kabupaten Garut, Jabar, Sabtu (24/9). ANT/Wahyu Putro.

Guna menjangkau lokasi yang sempit, kata Sutopo, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengerahkan lima alat berat dan delapan anjing pelacak. Selain medan yang sulit, faktor cuaca yang kerap turun hujan semakin membuat tim kesulitan mencari korban lainnya.

"BNPB saat ini tengah melakukan perhitungan kerusakan dan kerugian untuk menyusun rencana rehabilitasi usai banjir," tambah Sutopo.

Banjir bandang menerjang Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Selasa, 20 September malam. BNPB menyatakan, data terkini menyebut, musibah banjir itu telah menewaskan 33 orang. Sementara, ada sebanyak 20 orang masih hilang, lebih dari 30 orang juga mengalami luka-luka.

Banjir bandang di Garut juga memaksa lebih dari 6.300 orang mengungsi. Pendataan sementara dari BNPB menunjukkan, lebih dari 2.000 rumah mengalami kerusakan diterjang banjir. BNPB merilis, salah satu penyebab banjir bandang di Garut adalah karena buruknya pengelolaan Daerah Aliran Sungai Cimanuk.


(DRI)