Kecanduan Morfin, Perawat RSHS Nekat Palsukan Resep Dokter

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 08 Oct 2016 14:01 WIB
pemalsuan
Kecanduan Morfin, Perawat RSHS Nekat Palsukan Resep Dokter
Ilustrasi/Theguardian

Metrotvnews.com, Bandung: Perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS), Jawa Barat, berinisial F, ditangkap Kapolrestabes Kota Bandung setelah diketahui memalsukan resep dokter. 

Dalam aksinya, dia menyuruh M untuk mengambil obat pethadine berdasarkan resep yang dia palsukan. Pethadine adalah obat yang mengandung morfin. Obat inilah yang kerap dia konsumsi sebagai penenang.

Kepala Humas dan Protokoler dr Nurul Wulandhani membenarkan penangkapan itu. Pemalsuan resep ini terungkap karena F membuat resep yang tak wajar. 

"Obat yang dia pesan dalam jumlah besar. Padahal, obat ini merupakan golongan analgetik yaitu penahan rasa sakit untuk pasien operasi. Pemberian obat ini tidak sembarangan, harus dalam pantuan dokter yang ahli di bidangnya," kata Nurul saat dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (9/10/2016).

Nurul mengatakan F sudah bekerja selama satu tahun di RSHS Bandung dengan status pegawai non-PNS. "Dia bekerja sudah satu tahun, saat ini dia masih dalam tahap orientasi," ujarnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Joni, mengatakan polisi menangkap F pada Kamis 7 Oktober. Saat itu, apoteker curiga terhadap M yang menebus obat dengan resep yang tak masuk akal.

"Dia pesan pethadine sebanyak tiga ampul. Dokter bedah biasanya hanya satu ampul. Saat itu M menggunakan pakaian perawat, jadi awalnya apoteker tidak curiga. Setelah dicek, ternyata tidak ada pemesanan sebanyak itu," kata Joni.

Kedua tersangka diamankan satpam RSHS yang kemudian langsung diserahkan ke Polsek Sukajadi Kota Bandung.

Joni mengatakan pemalsuan resep itu dilakukan karena mereka sudah kecanduan pethadine. "F mengaku mengonsumsi 20 kali. Pada September dia mengonsumsi 58 kali," kata dia.

Kedua tersangka dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP karena memalsukan resep. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. "Tapi, kita akan berkoordinasi dengan Reserse Narkoba apakah bisa dijerat dengan UU Narkoba karena F juga sebagai pengguna," kata dia.


(UWA)