Pemred Radio Lokal Bandung Dikeroyok Gerombolan Motor

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 20 Mar 2017 02:45 WIB
penganiayaan
Pemred Radio Lokal Bandung Dikeroyok Gerombolan Motor
ilustrasi. ---Ant---

Metrotvnews.com, Bandung: Gerombolan motor, lakukan pengeroyokan terhadap Pemimpin Redaksi Radio Pikiran Rakyat (PRFM), di wilayah perempatan Simpang Lima Kota Bandung.

M Fauzi (24), diketahui mengalami penganiayaan oleh sekelompok orang yang tidak dikenalnya tersebut pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu 19 Maret 2017.

Manager Markom PRFM Aris Hermansyah menuturkan, akibat insiden pengeroyokan tersebut menyebabkan korban mengalami luka lebam dan patah tulang bahu kanan.

"Dia dipukul, dan mengalami patah tulang bahu kanan. Kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian," ungkap Aris kepada wartawan Minggu 19 Februari 2017.

Aris menjelaskan, insiden pengeroyokan tersebut terjadi ketika Fauzi hendak membeli sate di Sekitar kawasan Simpang Lima Kota Bandung.

Korban saat itu berangkat sendirian selepas bekerja dari kantornya di Jalan Braga menuju Jalan Asia Afrika.

"Sewaktu perjalanan, sejak di Jalan Naripan, korban (Fauzi) merasa diikuti sekitar sepuluh sepeda motor. Setiba di prapatan Simpang Lima, ada pelaku menabrak motor korban dari belakang. Korban terjatuh. Tiba-tiba saja pelaku mengeroyoknya," bebernya.

Aris menjelaskan, dari penuturan Fauzi ada sekitar empat pelaku yang melakukan pengeroyokan tersebut.

Korban tak berdaya, hingga akhirnya pekerja sate yang berada di lokasi kejadian datang dan memberikan pertolongan. Korban dibawa ke RS Santosa, untuk mendapatkan perawatan medis.

Selanjutnya, pihak PRFM berharap dan mempercayakan sepenuhnya untuk proses hukum kasus pengeroyokan tersebut kepada pihak kepolisian.

"Semoga pelaku, cepat tertangkap," harap Aris.

Sementara itu Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, yang datang menjenguk korban mengatakan akan segera menangani kasus tersebut.

"Kita akan segera menangkap pelaku, dan meningkatkan kemanan di Kota Bandung terutama pada malam hari," jelas Hendro.

 


(SCI)