DPRD akan Panggil Pengelola Apartemen di Kota Bekasi

Antonio    •    Selasa, 09 Oct 2018 18:52 WIB
prostitusi online
DPRD akan Panggil Pengelola Apartemen di Kota Bekasi
ilustrasi-medcom.id/ Rakhmat Riyandi.

Bekasi: DPRD Kota Bekasi akan memanggil pengelola apartemen yang ada di wilayahnya. Hal itu menyusul terbongkarnya praktik prostitusi daring di Apartemen Grand Center Point, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Choriman J. Putro mengatakan, belakangan ini pola pemukiman vertikal menjadi tren di Kota Bekasi. Sehingga, diperlukan aturan agar tidak terjadi tindakan kriminal.

"Ini menjadi catatan bagi komisi I untuk mengagendakan komunikasi dengan beberapa apartemen bersama kepolisian. Bagaimana antisipasi kedepan agar masalah atau peristiwa seperti ini tidak akan terulang kembali," kata Choriman di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 9 Oktober 2018.

Baca: Polres Metro Bekasi Tangkap Tiga Muncikari

Choriman menjelaskan, perlu ada peraturan terkait dengan pengelolaan apartemen yang ada di Kota Bekasi. Supaya, pihak apartemen terkena dampak apabila tidak memiliki sistem untuk mengatasi, mengantisipasi munculnya tindakan kriminal.

Misalnya, lanjut Choriman, ketika pemilik apartemen menyewakan unit apartemen, maka harus diketahui oleh pengelola apartemen. Kemudian, ketika unit apartemen disewakan, pengelola juga harus mengantongi profil dan pemanfaatan unit tersebut.

"Tapi nanti kita akan bicara dengan kepolisian dalam kaitan dengan apa yang bisa dibuat sebagai Perda kaitan dengan pengelolaan apartemen, yang perlu mendapat masukan dari kepolisian. Agar kita membuat suatu sistem peraturan yang bisa mengikat pihak apartemen terkait dengan antisipasi kemungkinan hal yang sama," beber Choriman.

Sebelumnya Polres Metro Bekasi Kota menangkap tiga orang yang diduga muncikari di Apartemen Center Point, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 6 Oktober 2018. Ketiga orang tersebut yaitu Mustakim, Saputra, dan Jenio.


(DEN)