Polres Metro Bekasi Tangkap Tiga Muncikari

Antonio    •    Senin, 08 Oct 2018 17:05 WIB
prostitusi online
Polres Metro Bekasi Tangkap Tiga Muncikari
Polres Metro Bekasi Kota menangkap tiga orang yang diduga menjadi muncikari di Apartemen Center Point, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 6 Oktober 2018. Medcom.id/ Antonio.

Bekasi: Polres Metro Bekasi Kota menangkap tiga orang yang diduga menjadi muncikari di Apartemen Center Point, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 6 Oktober 2018. Ketiga orang tersebut yaitu Mustakim, Saputra, dan Jenio.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Jairus Saragih mengatakan, ketiga orang tersebut sudah menjajakan 20 perempuan untuk dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komrsial (PSK) melalui media sosial.

"Jadi prostitusi ini lewat transaksi online tapi peminat datang kesitu dan janji. Begitu deal, tersangka memberi akses ke kamar-kamar tersebut," kata Jairus di Mapolres Metro Bekasi, Jawa Barat, Senin, 8 Oktober 2018.

Jairus menjelaskan, harga yang ditawarkan untuk sekali kencan sekitar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu. Uang tersebut kemudian dibagi ke sejumlah pihak. Untuk pengelola akun medsos dan fasilitator Rp100 ribu, sewa unit Rp300-350 ribu dan sisanya untuk PSK.

Mereka sudah beroperasi selama tujuh bulan. "Dan memang faktanya kita mengamankan 20 orang dan penyediaannya lewat akun 3 tersangka ini," ungkap Jairus.

Sementara itu sekitar 20 perempuan yang terlibat dalam kasus tersebut dipulangkan. Karena status mereka ialah korban. Walaupun mereka melakukan hal itu bukan karena adanya paksaan.

Saat ini pihak kepolisian masih mengejar satu orang yang diduga sebagai agen. "Mereka (perempuan yang menyediakan jasa) kalau ini korban, maminya kita kejar," jelas Jairus.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp4,5 juta. Dua unit handphone dan tiga dompet serta sejumlah alat kontrasepsi.

Atas perbuatannya, ketiga orang tersebut kini mendekam di sel tahanan Polres Metro Bekasi Kota. Mereka dijerat Pasal 296 dan 506 KUHPidana dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.


(DEN)