Tersangka Pembunuhan di Bekasi Sempat Datangi Klinik

Antonio    •    Kamis, 22 Nov 2018 10:50 WIB
Pembunuhan di Bekasi
Tersangka Pembunuhan di Bekasi Sempat Datangi Klinik
Tersangka kasus pembunuhan di Bekasi tengah melakukan rekonstruksi di lokasi kejadian, Rabu, 21 November 2018, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora, terluka saat melakukan tindakan tersebut. Seorang bidan di sebuah klinik merawat luka pada tangan Haris.

Pembunuhan terjadi pada Senin malam, 12 November 2018. Haris membunuh satu keluarga di Bekasi yang tak lain kerabatnya. Korban yaitu Diperum Nainggolan beserta istri, Maya Ambarita, serta dua anak mereka, Sarah dan Arya.

Peristiwa itu terjadi di kediaman korban di Jalan Bojong Nangka II Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi. Setelah itu, Haris melarikan diri dan mendatangi sebuah klinik di Kabupaten Bekasi.

Baca: Potensi Tersangka Baru Pembunuhan di Bekasi Minim

RS, bidan di klinik itu, mengatakan Haris datang sekitar pukul 05.15, Selasa, 13 November 2018. Haris datang dengan menumpang ojek. Haris mengenakan celana pendek dan kaos.

Haris mengaku luka pada jari tengah tangan kiri. Lukanya sepanjang empat sentimeter.

"Lukanya harus dijahit. Karena rekan saya di kamar mandi, jadi sayang yang jahit lukanya," ujar RS di Bekasi, Rabu, 21 November 2018.

Kepada Rohaya, Haris mengaku terluka saat mengendarai sepeda motor. Rohaya sempat curiga lantaran pakaian Haris bersih.

"Kalau kecelakaan pasti pakaiannya kotor," ungkap RS.

Haris meminta RS segera merawat lukanya. Haris juga meminta perban luka tidak tebal. Alasannya, Haris mau mengikuti tes masuk kerja di sebuah perusahaan.

Baca: Adegan per Adegan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Dua jam kemudian, penanganan luka selesai. Haris tak memiliki cukup uang untuk membayar penanganan itu. Sehingga ia menitipkan handphone ke RS sebagai jaminan.

Sepuluh menit kemudian, Haris kembali untuk membayar kekurangan biaya tersebut. Total biaya Rp390 ribu. Awalnya Haris membayar Rp150 ribu.

Pengakuan RS itu muncul dalam rekonstruksi pembunuhan terhadap Diperum Nainggolan dan keluarga di Bekasi. Haris diduga melakukan tindakan tersebut seorang diri.

Haris mengaku membunuh Diperum dan keluarga lantaran kesal disebut sebagai sampah. Setelah beraksi, Haris mendatangi sejumlah lokasi. Satu di antaranya sebuah klinik di Bekasi.

Beberapa jam dalam pelariannya, polisi menangkap Haris di Garut, Jawa Barat. Tersangka dikenakan Pasal 340, 338 dan atau 365 KUHP.


(RRN)