Tsunami di Selat Sunda

Suapan Terakhir untuk Putri Aa Jimmy sebelum Tsunami

Muchlis Bachtiar    •    Rabu, 26 Dec 2018 10:05 WIB
Tsunami di Selat Sunda
Suapan Terakhir untuk Putri Aa Jimmy sebelum Tsunami
Tim dan relawan mengevakuasi korban tertimbun bangunan setelah tsunami menerjang kawasan Anyer, Banten, Senin, 24 Desember 2018, MI - Susanto

Cianjur: Suapan Nurillah pada Naisya Rafani Aradya pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, menjadi kali terakhir. Keduanya meninggal setelah tsunami menerjang Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Nurillah merupakan istri dari komedian almarhum Heriyanto atau Aa Jimmy. Sedangkan Naisya yang masih berusia tiga tahun adalah anak kedua pasangan Aa Jimmy dan Nurillah.

"Malam itu, Naisya dan Nurillah duduk di belakang panggung. Nurillah sedang menyuapi makanan pada Naisya," kata Adezee Ridwan, manajer Aa Jimmy, di rumah duka, Rabu, 26 Desember 2018.

Kejadian itu menewaskan Aa Jimmy, istri, dan dua anaknya. Sedangkan anak bungsunya yang masih berusia bayi selamat.

Jenazah Aa Jimmy dan Nurillah ditemukan terlebih dahulu. Keduanya dimakamkan pada Selasa, 25 Desember 2018.

Sementara jenazah Naisya ditemukan empat hari setelah tsunami. Jenazahnya teridentifikasi di RSUD Pandeglang.

"Identifikasi melalui jaket warna pink yang dipakai Naisya di lokasi bencana," ujar Adezee.

Pada Rabu dini hari, jenazah Naisya tiba di rumah duka di Gang Rambutan, Kelurahan Solokpandan. Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah.

Sang nenek meminta peti jenazah dibuka. Nenek ingin melihat kondisi cucu untuk terakhir kalinya sebelum dimakamkan.

Adezee mengatakan tim akan terus mencari anak pertama Aa Jimmy yang juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Hingga berita in dimuat, Radea Putri Anindita, 8, masih belum ditemukan.

Aa Jimmy membawa keluarganya ke Tanjung Lesung pada Sabtu, 22 Desember 2018. Aa Jimmy mengisi acara family gathering karyawan PT PLN wilayah Jawa Barat.

Data terkini dari BNPB menyebutkan 429 orang meninggal dunia, sebanyak 1.485 orang luka-luka, 154 hilang dan 16.082 orang mengungsi. Sementara untuk total kerugian masih dalam pendataan.
 


(RRN)