Angka Perceraian di Depok Melesat

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 05 Nov 2018 16:51 WIB
perceraian
Angka Perceraian di Depok Melesat
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Depok: Angka perceraian di Kota Depok, Jawa Barat, melonjak cukup tinggi jika  dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 5.000 perkara perceraian diterima Pengadilan Agama Depok hingga Oktober 2018, melonjak 1.000 perkara dari tahun sebelumnya.

"Rata-rata yang mengajukan perceraian ini di kisaran usia produktif 30-35 tahun," ucap Panitera Pengadilan Agama Depok, Entoh Abdul Fatah di Pengadilan Agama Depok, Senin, 5 November 2018.

Tingginya angka perceraian di Kota Depok dipicu beberapa faktor. Faktor paling utama adalah pertengkaran yang berlarut-larut hingga tidak ada penyelesaian.

"Ada yang karena sudah tidak cocok. Tidak cocok tapi sudah punya tiga anak, misalnya. Terus juga ada karena pengaruh gadget atau media sosial, jadi pasangannya kenalan di medsos dan lainnya," ungkapnya.

Entoh merasa prihatin dengan tingginya angka perceraian. Pihaknya selalu berupaya semaksimal mungkin memediasi suami istri sebelum mengarah ke persidangan.

"Biasanya, sebelum masuk ke persidangan kita selalu adakan mediasi dengan mempertemukan kedua pasangan ini, istilahnya kita berikan nasihat namun kembali lagi, mereka yang menentukan apakah mau baikan atau tetap pada perceraian," paparnya.

Entoh mengimbau suami-istri bisa saling memahami dan tidak menikah pada usia remaja. Bijak dalam mengambil keputusan untuk menjalin hubungan karena dampak perceraian tak hanya ke diri sendiri.

"Tapi juga pada anak," kata dia.

 


(SUR)