Tak Ada Satu Kecamatan di Bogor Bebas Bencana

Rizky Dewantara    •    Jumat, 04 Jan 2019 19:33 WIB
bencana alam
Tak Ada Satu Kecamatan di Bogor Bebas Bencana
Ilustrasi longsor, Medcom.id - M Rizal

Bogor: Seluruh daerah di Kabupaten dan Kota Bogor, Jawa Barat, berpotensi terdampak bencana alam. Bencana itu terdiri dari tanah longsor, banjir, angin kencang, dan petir.

Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Hadi Saputra memaparkan, Bogor merupakan daerah rawan bencana hidroklimatologi. Sebab, struktur daerah dikelilingi gunung.

Selain itu, lanjut dia, faktor geologi, morfologi, vegetasi dan keairan menjadi hal yang patut diwaspadai khususnya masyarakat yang bermukim di kawasan Puncak Bogor.

"Tidak ada satu kecamatan di kota dan kabupaten Bogor yang aman dari bencana alam. Semuanya memiliki potensi terkena bencana" kata Hadi di Bogor, Jumat, 4 Januari 2019.

Namun, sambung dia, wilayah yang sangat rawan terkena bencana ada di tiga daerah. Di antaranya, wilayah Barat meliputi Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Leuwiliang, Leuwisadeng, Pamijahan dan Tamansari. 

Sambung dia, untuk wilayah Selatan, tercatat di Kecamatan Ciawi, Megamendung, Cisarua, Cijeruk dan Cigombong. Selanjutnya untuk wilayah Timur yakni Kecamatan Sukamakmur, Tanjungsari dan Cariu.

"Cuaca ekstrem hujan lebat akan berlangsung hingga awal April 2019, masyarakat diminta waspada terhadap bencana alam tanah longsor dan banjir. Kemudian angin puting beliung pada masa peralihan musim," ungkapnya.

Ia juga menyatakan, yang sangat di khawatirkan pada musim penghujan saat ini bencana banjir. Wilayah curah hujan yang paling tinggi ada di Kecamatan Cisarua, Babakanmadang, Sukamakmur, Cibinong, Dramaga, dan Kota Bogor.

"Banjir akan mudah terjadi di Bogor karena air hujan yang yang turun tidak sesuai dengan saluran air. Akibatnya banyak air yang meluap," terangnya.

Meski demikian, ia mengaku, banyaknya warga Bogor yang berpotensi terkena dampak bencana alam, pihaknya tidak bisa menprediksi karena seluruh wilayah berpotensi.

"Karena Cuaca tidak kenal batas administrasi. Jadi kami tidak dapat memprediksi berapa jumlah warga Bogor yang akan terdampak bencana alam," pungkasnya. 


(RRN)