Transportasi dan Infrastruktur Jadi Kendala Promosi Wisata di Jabar

Roni Kurniawan    •    Jumat, 25 Aug 2017 13:31 WIB
wisatawan
Transportasi dan Infrastruktur Jadi Kendala Promosi Wisata di Jabar
Wisatawan saat memadati Kebun Raya Bogor. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Metrotvnews.com, Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat cukup kesulitan untuk melakukan promosi terhadap beberapa tempat wisata. Hal itu dikarenakan kondisi geografis serta infrastruktur yang dinilai belum memadai bagi wisatawan untuk menuju tempat wisata.

Kepala Disparbud Jabar, Ida Hernida mengatakan, minimnya sarana transportasi lokal menuju tempat wisata hingga kini masih menjadi kendala utama untuk meningkatkan jumlah wisatawan terutama mancanegara. Sejauh ini, baru menuju area Bandung Raya yang memadai untuk transportasi lokal karena infrastruktur yang baik.

"Kalau untuk menuju daerah lain seperti ke Sukabumi dan wilayah Jabar Selatan itu aksesnya masih cukup sulit terutama bagi wisatawan mancanegara. Karena kita terlalu luas," kata Ida disela-sela Rapat Koordinasi Kementrian Pariwisata di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat 25 Agustus 2017.

Baca: Jabar Targetkan 1,5 Juta Wisman pada 2017

Selain itu, minimnya bandara udara yang ada di Jabar menjadi salah sati kendala bagi Disparbud untuk meningkatkan jumlah wisatawan terutama mancanegara. Sebab hingga kini baru Bandara Husein Sastranegara Bandung yang hadir di Jabar dengan adanya penerbangan mancanegara.

"Direct flight juga menjadi kendala. Karena sekarang hanya Bandara Husein Sastranegara yang ada penerbangan luar negerinya," ujar Ida.

Meski begitu, dia optimis jumlah wisatawan yang datang ke Jabar akan meningkat pada 2018 mendatang. Terutama jika Bandara Udara Kertajati di Majalengka telah rampung bisa menambah minat jumlah wisatawan untuk datang ke Jabar.

"Kalau udah ada Kertajati saya optimis. Karena pasti nanti juga transportasi lokal akan hadir untuk menuju tempat-tempat wisata. Kalau di buka, Singapura dan Malaysia jadi salah satu potensi (wisatawan) kita," ujarnya.



(ALB)