Cak Imin: Hasil Pertanian Dalam Negeri Belum Terserap Maksimal

Faisal Abdalla    •    Rabu, 27 Sep 2017 02:07 WIB
reforma agraria
Cak Imin: Hasil Pertanian Dalam Negeri Belum Terserap Maksimal
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, usai acara Sarasehan Nasional bertajuk Potret Petani di Era Jokowi. Foto: MTVN/Faisal Abdalla

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai, hasil pertanian dalam negeri belum terserap maksimal. Padahal, pertanian menjadi sektor perekonomian paling strategis di Indonesia.

Indonesia masih mengandalkan impor untuk beberapa bahan pangan, seperti beras, jagung, dan kedelai. Cak Imin amat menyayangkan hal tersebut.

"Membanjirnya bahan pangan dari luar negeri tentu membuat jerih payah para petani lokal tidak terserap optimal di pasaran dalam negeri," ujar Cak Imin di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa 26 September 2017. 

Cak Imin mengkritik kebijakan ekonomi pemerintah. Protes para petani tebu dan garam yang akhir-akhir ini mengemuka sepatutnya menjadi contoh kalau kebijakan ekonomi pemerintah belum sepenuhnya berpihak kepada petani.

Meski demikian, Cak Imin mengakui, pemerintahan Jokowi-JK sudah membuat kebijakan terobosan untuk membenahi sistem pertanian Indonesia. Ia mencontohkan, pemerintah tengah mempercepat pembagian 9 juta hektar lahan untuk petani.

"Komitmen pemerintah ini perlu didukung, namun juga harus ditinjau dengan cermat terhadap kebijakan dan langkah-langkah yang diambil pemerintah saat ini agar tujuan reforma agraria dapat terwujud," kata mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) itu. 





(INF)