Wawancara Khusus MTVN

Cerita Ridwan Kamil Kembangkan Ekonomi Kreatif di Bandung

   •    Jumat, 18 Aug 2017 16:22 WIB
kerja bersama
Cerita Ridwan Kamil Kembangkan Ekonomi Kreatif di Bandung
Ridwan Kamil saat meninjau Little Bandung Dekranasda Store di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Ant - Fahrul Jayadiputra

Metrotvnews.com, Bandung: Kota Bandung, Jawa Barat, identik dengan industri kreatifnya. Mulai dari kuliner, fashion, hingga wisata.

Wali Kota Bandung Muhammad Ridwan Kamil mengaku mengembangkan industri kreatif sejak tiga tahun lalu. Bukan tanpa alasan. Tapi pria yang akrab disapa Emil itu memandang industri kreatif merupakan kekuatan bagi ekonomi Kota Bandung.

Emil pun berbagi cerita mengenai kekuatan baru ini saat Metrotvnews.com bertandang ke Pendopo Kota Bandung. Berikut liputan dari jurnalis Metrotvnews.com Wandi Yusuf, Laela Badriyah, kontributor Roni Kurniawan, serta videografer Arie dan Isti Listiyani.

Bisa diceritakan bagaimana membangun ekonomi kreatif sejak 3,5 tahun lalu?

Kalau kita lihat indeks pembangunan Indonesia itu ada tiga. Pendidikan, kesehatan, ekonomi. Ekonomi adalah fundamental kita hidup di Indonesia maupun Bandung.

Emil: Kreativitas akan Sejahterakan Mereka yang Berinovasi

Bandung merupakan kota dengan penduduk 2,4 juta jiwa. Sebanyak 60 persen adalah anak-anak muda, masih berusia di bawah 40 tahun.

Ekonomi yang paling kuat untuk kita adalah ekonomi kreatif. Ekonomi yang berbasis gagasan, imajinasi. Ada desain, kuliner, film, radio, ICT (Information and Communication Technologies atau teknologi informasi dan komunikasi), fashion, kriya. Totalnya ada 13. Karena Bandung bukan kota industri, bukan bersifat ekonomi korporasi, jadi kami fokus pada ekonomi kreatif, jasa, dan pariwisata.

Ada kendala mengembangkan ekonomi kreatif?
 
Pada dasarnya, orang Bandung ini, walau tanpa bantuan pemerintah, sudah kreatif. Hasil survei orang Bandung kreatif karena rajin ngumpul, nongkrong, ngobrol. Akhirnya kecocokan yang bersifat hobi, ada yang bersifat ekonomi.


(Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, MTVN)

Yang saya bangun selama tiga tahun adalah fasilitas-fasilitas peraturan. Apa peraturan UKM? Ekonomi kreatif yang bisnisnya di bawah Rp500 juta saya hilangkan perizinannya. Tidak perlu pakai izin. Modal saya berikan juga. Tanpa agunan kita lakukan.

Juga proses marketingnya. Ada yang namanya Little Bandung. Semua produk-produk kreatif yang layak dijual di dalam dan luar negeri, kita kumpulkan, kita bantu jualannya. Berbentuk toko yang namanya Little Bandung Store, online, termasuk creative centre. Sehingga warga Bandung bisa datang memproduksi dan berkegiatan

Nah itulah yang kami lakukan selama 3 tahun. Negara memfasilitasi kemajuan ekomomi kreatif warga Bandung

Ada pihak-pihak yang dilibatkan?

Ekonomi kreatif itu basisnya pada masyarakat. Kalau hanya mengandalkan kekuatan pemerintah saja, itu tak cukup. Makanya kami merangkul pebisnis. Kita merangkul masyarakat komunitas. Di Bandung, ada lebih 4.000 komunitas. Semua tergantung minat dan hobinya masing-masing.

Kita juga bantu, networking kita di dalam dan luar negeri. Kreativitas itu menghasilkan karya. Karyanya menghasilkan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itulah yang menyejahterakan yang berinovasi.

Jadi musti stakeholder. Tidak bisa dikerjakan sendirian. Betul-betul harus berkolaborasi. Sesuai dengan tema Agustusan tahun ini, kerja bersama. Itu betul-betul terasa banget dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Bagaimana go internasional?

Untuk go internasional, kami sudah lakukan. Jadi ekonomi kreatif, misalnya musik. Sudah ada konser yang diikuti band-band hebat asal Bandung. Kemudian ada workshop, festival, band dari Bandung.

Untuk sifatnya jualan produk-produk kreatif Bandung bisa dibeli di toko di luar negeri. Namanya Little Bandung. Sudah ada di Malaysia, sudah ada di Korea. Sudah persiapan di Amerika Latin dan Eropa.

Sehingga suatu hari brand Bandung akan terkenal produk kreatifnya. Kita punya toko sendiri di mana-mana di seluruh dunia.

Bagaimana Kang Emil bisa mempromosikan produk kreatif asal Bandung?

Pada dasarnya promosi warga sudah kami bantu. Silakan warga kota Bandung daftarkan produknya ke Dinas UKM Koperasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kalau sudah lulus seleksi, Insyaallah kami bantu untuk mempromosikan, baik dalam bentuk digital, Little Bandung di online, maupun di toko-toko fisik
dengan brand Little Bandung Store.

Setelah daftar, akan ada proses seleksi, proses akurasi. Sesederhana itu, yang penting produknya keren, produknya khas bandung penuh dengan imajinasi, penuh inovasi.

Lihat video:

 


(RRN)