Perampokan di Kantor Dinas PUPR Cirebon Diduga Terkait Proyek

Ahmad Rofahan    •    Senin, 19 Jun 2017 16:42 WIB
perampokan
Perampokan di Kantor Dinas PUPR Cirebon Diduga Terkait Proyek
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Cirebon -- MTVN/Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Perampokan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Cirebon diduga melibatkan orang dalam. Kecurigaan ini didasari dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan Kepolisian.

Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Bachtiar mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, pelaku hanya membongkar lima ruangan dari puluhan ruangan di Kantor Dinas PUPR. "Lima ruangan yang dibongkar, yaitu ruangan Kadis, Sekdis, Bagian Umum, Cipta Karya, dan Program," kata dia di Cirebon, Jabar, Senin 19 Juni 2017.

Kecurigaan adanya keterlibatan orang dalam semakin kuat karena pelaku mengetahui lokasi penyimpanan data CCTV. Bahkan, sebelum beraksi, komplotan rampok tersebut terlebih dulu merusak decoder CCTV yang tersimpan di salah satu ruangan.

"Kalau orang baru, pasti akan kesulitasn untuk mencarinya. Ini seperti sudah tahu," tutur Adi.

(Baca: Kantor Dinas PUPR Cirebon Disatroni Perampok)

Polisi juga mendapati bukan hanya brangkas saja yang menjadi sasaran perampok, namun juga sejumlah lemari yang menyimpan data-data penting. Anehnya, sejumlah barang berharga yang ada di ruangan tidak ikut diangkut para perampok.

"Padahal ada kamera, laptop, komputer, dan lainnya. Tapi tidak ada yang dibawa," kata Adi.

Adi menambahkan, Dinas PUPR selalu berkaitan dengan proyek besar. Sehingga, cukup memungkinkan kasus perampokan ini ada kaitannya dengan permasalahan tender proyek yang terjadi di PUPR.

"Masih terus kita dalami. Kita juga masih menunggu informasi dari PUPR terkait data dan benda apa saja yang hilang. Saat ini, masih dilakukan pendataan oleh pihak PUPR," terang Adi.

Sebelumnya, Kantor Dinas PUPR Cirebon disatroni perampok pada Senin dini hari, 19 Juni 2017. Selain menggondol uang jutaan rupiah dari dalam brangkas, pelaku juga sempat menyekap dua penjaga keamanan, yaitu Ari Setiadi, 30, dan Danto, 30.


(NIN)