Polisi Prediksi Jalur Puncak Padat Mulai 17 Juni

Rizky Dewantara    •    Senin, 04 Jun 2018 14:24 WIB
hari raya idul fitri
Polisi Prediksi Jalur Puncak Padat Mulai 17 Juni
Antrean kendaraan wisatawan menuju jalur Puncak, Gadog, Bogor, Jawa Barat. (ANT/Yulius Satria Wijaya )

Bogor: Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, diprediksi macet saat Lebaran, mulai 17 Juni sampai 23 Juni 2018. Lantaran, saat itu warga tengah menikmati masa libur Lebaran. 

"Banyak masyarakat yang ingin berwisata. Jadi dari 17-23 Juni kita prediksikan itu cukup panjang. Dan di pertengahan itu biasanya cukup signifikan naiknya," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Hasby Ristama saat dihubungi Medcom.id, Senin 4 Juni 2018.

Hasby meyakini, kenaikan jumlah kendaraan karena cuti bersama yang telah diperpanjang. Dia mengungkap, akibat kenaikan jumlah wisatawan maka jalur tol akan mandek karena kendaraan terus datang. 

Dia mengingatkan, sistem satu arah yang biasa dilakukan tetap dilakukan dan berlaku situasional. Untuk yang menuju ke atas dimulai pukul 7.30 WIB. Sedangkan menuju ke bawah, pukul 13.00 WIB. 

"Jika padat sekali kita one way, dua arah. Langsung tek-tok dua arah dan tidak ada penormalan. Dari jam 13.00 WIB kita sudah one way ke bawah. Masyarakat yang ingin menuju puncak pada jam 13.00 WIB sampai magrib diimbau untuk tidak ke puncak karena lagi one way ke bawah," terangnya.

Ia mengungkap, sejumlah titik yang bakal padat di antaranya di daerah Pasir Muncang, Pasir Angin, Mega Mendung, Lokakarya, Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari, dan Warung Kaleng. 

"Ini tempat-tempat yang kami fokuskan karena jalurnya kecil untuk masuk ke dalam. Di dalamnya banyak vila penginapan yang digunakan oleh masyarakat," lanjutnya.

Dia mengimbau, masyarakat yang menuju wilayah Cianjur, Cibodas, Ciloto, Cipanas, dan Taman Bunga menggunakan jalur Jonggol menuju Cariu. 

"Jalur ini sudah disurvei dan jalannya sudah bagus," imbuhnya.

Jalur ini panjangnya 86 kilometer dengan jarak tempuh kurang lebih 2,5 jam. Ia menambahkan, jalur ini lebih pendek dibanding melewati Puncak yang memutar. Selain itu jalur Puncak berisiko terkena kebijakan satu arah, yang bisa memakan waktu hingga dua jam.

Kondisi rambu di jalur yang dikenal Transyogi ini sudah lumayan lengkap, hanya beberapa tempat di Cariu yang belum. Namun pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bogor. 

"Kami sudah survei mana saja yang kurang. Kurang rata-rata rambu, kalau penerangan ada beberapa yang kurang tapi yang mengurus Dinas Pertamanan, jalurnya juga masuk Provinsi. Tapi kita tetap support untuk rambu-rambunya sehingga masyarakat tidak tersesat kalau mau ke Cianjur maupun jalur lainnya," pungkasnya. 


(LDS)