Tito: Penangkapan Teroris Hasil Pengawasan Jaringan

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 16 Jul 2018 11:48 WIB
terorisme
Tito: Penangkapan Teroris Hasil Pengawasan Jaringan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (tengah). (Foto: Octavianus Dwi Sutrisno)

Depok: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan, penangkapan sejumlah terduga teroris di wilayah Sleman, Yogyakarta, dan Indramayu, Jawa Barat, bukan karena mereka menebar teror. Penangkapan itu buah dari kemampuan polisi menelusuri jaringan teror.

"Kepada masyarakat jangan salah paham. Peristiwa di Yogyakarta dan Indramayu ini bukan serangan teror yang diinspirasi oleh mereka. Ini dalam rangka operasi penjajakan, surveillance, jaringan terorisme yang ada di Indonesia," kata Tito di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin 16 Juli 2018. 

Jenderal bintang empat itu menuturkan tiga terduga teroris tewas saat baku tembak dengan petugas di wilayah Sleman, Sabtu, 14 Juli 2018. 

"Dari anggota kita ada yang mengalami luka bacokan di bagian lengan," kata Tito. 

Ihwal penangkapan terduga teroris di Indramayu, Tito mengatakan jika itu sudah menjadi target petugas. Polisi juga telah menangkap dua terduga teroris yang menyerang Mapolres Indramayu. Salah satunya terkena tembakan petugas saat mencoba kabur usai melempar bom panci. 

Mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri itu menerangkan petugas tak berhenti di dua terduga teroris yang menyerang Maporles Indramayu. Petugas segera mengembangkan. Walhasil ditangkap beberapa terduga teroris lainnya di Indramayu. 

"Yang terbaru ada sembilan orang yang ditangkap di Indramayu," jelasnya. 


(LDS)