Polisi Olah TKP Sanggar Ambruk di Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 17 Apr 2018 14:40 WIB
gedung roboh
Polisi Olah TKP Sanggar Ambruk di Cirebon
Masyarakat bersama petugas mengevakusi korban tembok roboh di Cirebon.

Cirebon: Petugas kepolisian dari Satreskrim Polres Cirebon dan Polsek Gegesik mengolah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus ambruknya sanggar seni di Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Selasa 14 April 2018.

Dalam olah TKP tersebut, polisi mencari lokasi tempat posisi sejumlah korban ditemukan. Selain meminta keterangan sejumlah saksi yang ikut mengevakuasi korban, polisi juga menandai lokasi-lokasi tersebut untuk diidentifikasi.

Menurut Kapolsek Gegesik, AKP Tohari, polisi menemukan titik retak baru di sejumlah sisa puing-puing tembok yang belum roboh. Tembok setinggi 15 meter itu, dikhawatirkan kembali roboh. Selain retak, tembok yang sudah tampak tua tersebut juga ada yang terlihat menggantung.

"Kami sudah meminta pemilik sarang walet untuk segera merobohkan," kata Tohari. 

Dalam olah TKP tersebut juga didapati informasi bahwa para korban meninggal karena tertimbun tembok yang ambruk. Para korban berada di lokasi kejadian, saat berlatih gamelan di sanggar milik Dalang Suherman itu.

Untuk bisa mendapatkan informasi yang lebih dalam, polisi sudah memeriksa tujuh orang saksi. Satu di antaranya merupakan pemilik gedung sarang buruh walet, yang menjadi penyebab utama robohnya Sanggar Seni Hidayat Jati.

"Kami sudah periksa tujuh saksi secara maraton. Salah satunya pemilik gedung walet," kata Tohari.

Selain identifikasi yang dilakukan oleh Polres Cirebon, rencananya akan didatangkan juga Puslabfor Mabes Polri, untuk bisa memperkuat hasil identifikasi. Untuk saat ini, belum dipastikan penyebeb utama ambruknya gudang walet yang menimpa sanggar, hingga mengakibatkan tujuh korban tewas tersebut.  Namun kuat dugaan, karena kondisi tembok sarang walet yang sudah tua dan rapuh.


(ALB)