7 Rumah di Lahan TNI AU Cikopo Dirobohkan

Reza Sunarya    •    Senin, 23 Apr 2018 17:08 WIB
sengketa lahan
7 Rumah di Lahan TNI AU Cikopo Dirobohkan
Ilustrasi penggusuran. (Medcom.id/Whisnu)

Purwakarta: Sebanyak 7 rumah di lahan Lanud Suryadarma di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Jawa Barat, dikosongkan dan dirobohkan, Senin, 23 April 2018. Rumah itu diketahui telah ditempati oleh keluarga purnawirawan sejak 1977. 

Upaya pengosongan rumah sempat diwarnai insiden. Warga mencoba menghalangi sambil berteriak. Namun, akhirnya mereka pasrah ketika anggota TNI AU mengeluarkan barang barang mereka.

Ketua Tim Aset Lanud Suryadarma Kolonel Tek Budi Arifa Chaniago mengungkapkan rencana pengosongan lahan milik TNI AU sudah sesuai dengan prosedur surat tertanggal pengosongan. Yang sebelumnya, sudah ditembusi baik ke komando atas maupun jajaran samping terkait. Seperti Pemkab Purwakarta, Polres Kabupaten Purwakarta, dan Kodim Purwakarta.

Budi menjelaskan, adapun yang menjadi dasar TNI AU lanud Suryadarma meminta atas pengosongan lahan dengan luas 17,9 hektare tersebut adalah sebagai berikut, Keputusan Kepala Staf Angkatan Perang Nomor 023/p/KSAP/50 tanggal 25 Mei 1950, sertifikat hak pakai nomor 12 tahun 1983, inventaris kekayaan negara nomor IKN 50508013, perintah lisan Pangkoopsau I Kepada Danlanud Suryadarma pada Senin 16 April 2018 untuk segera mengosongkan lahan di Desa Cikopo dari para pemukim.

"Surat Danlanud Suryadarma Nomor B/281/2018 tanggal 19 April 2018 tentang pengosongan lahan aset tanah TNI AU di Cikopo. Dan terakhir dipertegas dengan hasil notulen acara pertemuan pembahasan aset tanah TNI AU Cikopo tanggal 22 Maret 2018," kata Budi, Senin 23 April 2018.

Budi mengatakan TNI AU sudah beberapa kali melakukan mediasi dan sosialisasi terhadap tujuh kepala keluarga (KK) yang menempati rumah milik TNI AU tersebut.

"Jadi jika kita analisis mereka sudah mapan, hanya ingin menguasai tanah negara," tegasnya.

Bahkan, kata Budi, untuk menghilangkan status tanah kepemilikan TNI AU mereka melakukan pencabutan plang tanda pembatas milik TNI AU.

Adanya klaim sepihak oleh keluarga purnawirawan TNI AU dan wakawuri tersebut, Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya menjelaskan, aset tanah TNI AU yang berada di Desa Cikopo, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, seluas 17,9 ha merupakan tanah negara c.q. TNI AU dan telah memiliki legalitas berupa sertifikat nomor 12 tahun 1983 dan Inventaris Kekayaan Negara nomor 50508013.

Menurutnya, berita yang beredar bahwa TNI AU melakukan tindakan main hakim sendiri adalah tidak benar. Karena pihak TNI AU belum mengeksekusi atau tindakan aksi pengosongan lahan tersebut.

Selain itu, jauh hari sebelumnya TNI AU dalam hal ini Lanud Suryadarma telah melakukan mediasi dan sosialisasi kepada keluarga purnawirawan yang berada di atas tanah TNI AU tersebut dan para perwakilan keluarga tersebut merespon dengan tidak ada keberatan

TNI AU akan memanfaatkan aset tanah tersebut sebagai tempat latihan dan akan dibangun helipad serta dropping zone bagi pesawat-pesawat helikopter yang bermarkas di Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang.


(LDS)