Keong Sawah tak Beracun

   •    Senin, 28 May 2018 15:56 WIB
keracunan makanan
Keong Sawah tak Beracun
Seorang warga korban keracunan makanan setelah mengkonsumsi tutut atau keong sawah mendapat perawatan medis di Puskesmas Bogor Utara, Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Jakarta: Pemerhati Keamanan Pangan Eddy Setyo Mudjajanto mengungkap pada dasarnya keong sawah tidak beracun. Keong berukuran kecil yang bertebaran di area persawahan itu justru bisa dijadikan sumber protein alternatif selain daging atau ikan.

"Keong sawah tidak beracun selama pengolahannya benar. (Kasus keracunan) kelihatannya mengolahnya tidak langsung hari itu, biasanya sempat diinapkan," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Metro Siang, Senin, 28 Mei 2018.

Eddy mengatakan ada dua kemungkinan seseorang mengalami keracunan usai menyantap keong sawah. Pertama adanya mikroba akibat proses pengolahan yang tak benar, kedua bahan kimia atau pestisida yang disemprotkan ke tanaman padi ikut menempel di tubuh keong.

"Saya tidak bisa menduga apa sebabnya. Tapi kalau merunut yang sudah-sudah kemungkinan disebabkan sanitasi dan higienitas (pengolahan)," katanya.

Menurut Eddy membuat keong sawah aman diolah menjadi makanan cukup mudah. Setelah dibersihkan pastikan untuk merendam keong selama beberapa saat dalam air yang dilarutkan dengan garam. 

Garam terbukti efektif mematikan mikroba yang berbahaya untuk tubuh. Selain itu, menginapkan keong sawah juga tidak disarankan. Setelah diambil, keong sawah harus segera diolah untuk mencegah perkembang biakan mikroba.

"Enggak usah kapok (konsumsi) selama tata cara mengolahnya benar karena keong itu sumber protein yang murah. Kalau diolah dengan benar akan jadi salah satu sumber makanan bergizi," jelas dia.




(MEL)