Pemkot Bandung Targetkan WTP Jelang Kepemimpinan Emil Berakhir

Roni Kurniawan    •    Kamis, 05 Apr 2018 16:55 WIB
pemerintah kota
Pemkot Bandung Targetkan  WTP Jelang Kepemimpinan Emil Berakhir
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan sambutan di acara peresmian kolam air Taman Badak di Balai Kota Bandung, Selasa 19 Desember 2017, MI - Bayu Anggoro

Bandung: Pemerintah Kota Bandung berusaha keras untuk bisa meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2018. Berbagai persiapan pun telah dilakukan termasuk pelaporan aset yang mencapai Rp24 triliun pada tahun lalu.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Bandung, Budi Rukmana, mengatakan WTP menjadi target menjelang masa kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) - Wakil Wali Kota Oded M Danian berakhir. Saat ini, Emil dan Oded tengah cuti untuk mengikuti pilkada serentak.

Bahkan target tersebut dimasukkan dalam Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018 oleh Pemkot Bandung yang telah disepakati sejak awal tahun.

"Kita baru mencapai Wajar Dengan Pengecualian (WDP) saja sampai 2016 lalu. Kita sangat berusaha keras untuk meraih WTP tahun ini dan sedang diaudit oleh BPK," kata Budi dalam program Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis 5 April 2018.

Budi mengaku telah melengkapi berbagai kekurangan yang menjadi kegagalan Kota Bandung meraih WTP salah satunya yakni aset daerah. Total nilai aset sebesar Rp27 triliun pun telah dilaporkan Pemkot Bandung dan kini tengah dilakukan pemeriksaan.

Namun ia mengaku sempat mendapat kendala untuk mendata aset-aset milik Pemkot Bandung dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Persoalan kita itu kesulitan untuk mencari data. Sebagai contoh di Dinas PU (Pekerjaan Umum) ada data jalan tahun 2005 kebawah, agak sulit dicari dokunen pendukungnya. Karena datanya kebanyakan tercecer dan tidak beraturan," sambung Budi.

Selain aset, beberapa perbaikan pelaporan pun diakui Budi telah dilakukan yang menjadi penghambat gagalnya meraih WTP diantatanya piutang pajak, persediaan dan utang jangka pendek.

"Kami optimisi target itu bisa terpenuhi. Sekarang kita tingga menunggu hasil audit dari BPK. Laporan uang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2017 sudah disampaikan ke BPK," tandas Budi.


(RRN)