Polisi Gali Potensi Jaringan Perampok Taksi Online

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 07 Mar 2018 18:26 WIB
perampokanpembunuhan
Polisi Gali Potensi Jaringan Perampok Taksi Online
Tersangka pembunuhan dan perampokan sopir taksi online digelandang petugas. Foto: Medcom.id/Rizky Dewantara

Bandung: Polda Jawa Barat mendalami  kasus pencurian dan pembunuhan sopir taksi online di Bogor pada Senin, 5 Maret 2018. Perampokan serupa juga pernah terjadi sekitar Desember 2017 di Sukabumi, Jawa Barat.

"Ini kita dalami, kemiripannya ada apakah satu jaringan atau seperti apa," ungkap Wadireskrimum Polda Jabar AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko di RS Sartika Asih Kota Bandung, Rabu, 7 Maret 2018.

Pola kejahatan dan modus kedua kasus sama. Perampok memesan taksi online, membunuh, mengikat, dan membuang korban di tempat sepi.

"Apakah ini satu jaringan? Akan kita dalami," tuturnya.

(Baca: Tiga Pembunuh dan Perampok Sopir Taksi Online Ditembak)

Perampok dan pembunuh sopir taksi online di Bogor masih berusia di antara 20 hingga 26 tahun. Ini juga yang mempermudah pelaku melancarkan aksinya. Perampok bisa berkamuflase sebagai mahasiswa baik-baik dan memesan taksi online.

Kepolisian Resor Bogor menembak tiga dari tujuh pembunuh dan perampok Yustinus Sinaga Sinaga, 41, pengemudi taksi online. Kasus ini terjadi di hutan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 5 Maret 2018.

Empat pelaku ditangkap di salah satu rumah daerah Cipinang Gading, Kota Bogor. MA, 40, AN, 20, KM 40, R, 27, dicokok bersama dua wanita yang juga dimintai keterangannya. Satu pelaku lain berinisal AN, sudah ditangkap terlebih dulu di Subang, Jawa Barat, saat bermobil.


(SUR)