Emil Yakin Dukungan Golkar tak Berubah

Roni Kurniawan    •    Selasa, 21 Nov 2017 14:03 WIB
pilgub jabar 2018
Emil Yakin Dukungan Golkar tak Berubah
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Bandung: Bakal Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) percaya diri Partai Golkar tidak akan menarik surat rekomendasi (SK) dukungan di Pilgub Jabar. Hal itu diyakini Emil meskipun Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto saat ini telah mendekam di tahanan KPK terkait kasua korupsi KTP elektronik.

Emil mengatakan, putusan Golkar mendukung dirinya merupakan keputusan partai bukan berdasarkan individu. Oleh karena itu, Emil tetap percaya diri bahwa Golkar masih akan tetap mendukung dirinya di Pilgub Jabar meski nantinya akan ada pergantian struktur partai.

"Saya seperti biasa berterima kasih kepada Golkar sebagai institusi. Jadi keputusan mendukung saya kan dukungan institusi bukan pribadi, saya serahkan kembali dengan dinamika baru kepada mekanisme institusi," kata Emil di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Selasa 21 November 2017.

Kepastian itu pun didapatkan Emil usai mendapat pernyataan dari Sekjen DPP Golkar Idrus Marham jika dukungan terhadap dirinya akan terua berlangsung. 

"Pak Idrus Marham sudah menyampaikan  bahwa yang namanya SK bukan keputusan individu tetapi institusi. Jadi perubahannya di level institusi," cetusnya.

Emil mengaku tidak serta merta menerima dukungan dari Golkar untuk Pilgub Jabar. Meskipun dengan tiga partai (NasDem, PKB dan PPP) sudah cukup untuk maju menjadi calon gubernur, namun Emil telah memperhitungkan dengan masuknya Golkar.

"Atuh lamun saya sudah nerima berarti saya makhluk berpikir sudah melakukan kajian," tuturnya.

Akan tetap Emil enggan menyikapi status Setya Novanto yang kembali menjadi tersangka kasua korupsi oleh KPK. Emil bersitegas, jika Pilkada merupakan sosok figur yang lebih ditonjolkan.

"Saya ingatkan yang namanya Pilkada itu adalah figur bukan institusi partai. Dulu partai pengusung saya waktu menang di Pilwalkot, pas Pileg malah turun suaranya. Artinya masyarakat itu bisa memilah kalau urusan Pilkada maka isu figurnya bermasalah atau tidak," beber Emil.



(ALB)