Produsen Makanan Ringan `Bikini` Hanya Dikenai Sanksi Administrasi

Roni Kurniawan    •    Jumat, 26 Aug 2016 13:39 WIB
industri makanan
Produsen Makanan Ringan `Bikini` Hanya Dikenai Sanksi Administrasi
Petugas BPOM Bandung, Jawa Barat, memusnahkan produk bihun kekinian alias Bikini (Foto: MTVN/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, Jawa Barat, memberikan sanksi secara administrasi terhadap Pertiwi Darmawati Oktaviani, 19, orang yang memproduksi makanan ringan bihun kekinian alias Bikini. BPOM menilai, pakaian dalam yang terdapat dalam kemasan makanan ringan itu tidak ada unsur kesengajaan dari pihak yang memproduksi untuk meresahkan masyarakat.

Kepala BPOM Bandung Abdul Rahim mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku beserta 10 orang saksi, tidak terdapat unsur kesengajaan untuk meresahkan masyarakat saat memproduksi snack tersebut. Dari hasil uji laboratorium, BPOM Bandung tidak menemukan bahan pengawet berbahaya serta pewarna tekstil untuk memoles bihun tersebut.
 
"Kita melakukan pengujian terhadap sample dan bahan baku, bumbu-bumbunya semuanya bagus tidak masalah, tidak ada produk berbahaya, pengawet, dan pewarna tekstil," kata Abdul Rahim saat konferensi pers di Kantor BPOM Bandung, Jalan Pasteur, Jumat (26/8/2016).

Baca: TW Berjualan Snack 'Bikini' sejak Maret 2016
 
Rahim mengatakan, produsen makanan ringan itu dinilai tidak mengetahui prosedur perizinan saat memproduksi produk rumahan tersebut. Sehingga BPOM hanya memberikan sanksi administratif yakni meminta Pertiwi untuk menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas produk yang dibuatnya sejak 2015 itu.
 
"Kami di BPOM berkewanangan di Undang Undang konsumen dan kesehatan. Jadi setelah melakukan gelar kasus bersama pusat penyidikan dengan biro hukum dan humas, kami memutuskan memberikan sanksi administrasi," urjar dia.
 
Guna memastikan tidak beredar lagi makanan ringan dengan kemasan bergambar pakaian dalam wanita itu, BPOM menghancurkan ratusan bungkus snack Bikini yang siap dipasarkan. Bahkan bahan baku untuk membuat Bikini pun turut dimusnahkan oleh BPOM Bandung.
 
"Sanksinya adalah memusnahkan produk tersebut dan Pertiwi meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji untuk tidak memproduksi kembali pangan yang tidak terdaftar itu," pungkasnya.
 
Sebelumnya, produk makanan ringan bihun kekinian atau Bikini yang beredar membuat resah masyarakat. Sebab, kemasan pada makanan ringan itu gambar menampilkan pakaian dalam wanita serta menggunakan slogan yang dinilai vulgar.
 
Produk itu berhasil disita BPOM Bandung pada 6 Agustus 2016 di kawasan Depok, Jawa Barat.

(TTD)