Pendemo Larang Kerja Karyawan PLTU Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Selasa, 18 Oct 2016 12:11 WIB
unjuk rasa
Pendemo Larang Kerja Karyawan PLTU Cirebon
Demonstrasi di gerbang proyek PLTU I Cirebon, Jabar, Selasa (18/10/2016). (Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Puluhan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) I Cirebon, Jawa Barat tak bisa bekerja. Pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Masyarakat Desa Terdampak PLTU menduduki akses masuk proyek yang berada di jalur Pantura, tepatnya Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, itu.

Koordinator lapangan, Deden Suhendar, mengatakan, aksi tersebut dilaksanakan sejak pukul 06.00 pagi. Massa memulai aksi dengan longmarch dari Balaidesa Kanci Kulon menuju PLTU.

Saat tiba di PLTU, massa langsung menutup gerbang. “Kami melarang para pekerja masuk,” kata Deden, Selasa (18/10/2016).

Baca: Demonstran Mengelas Gerbang PLTU Cirebon

Salah satu pegawai PLTU yang tidak mau menyebutkan namanya, mengaku sudah sejak pagi tertahan di luar gerbang PLTU. Ia yang datang pada pukul 07.30 WIB.

“Banyak yang enggak bisa masuk. Akhirnya pada milih untuk pulang lagi,” ujarnya.

Humas PLTU Cirebon Petrus Sihono menyebut akibat aksi itu, karyawan yang sudah di dalam tidak bisa keluar dan sebaliknya. Pihaknya terpaksa memperpanjang waktu shift yang seharusnya sudah habis.

“Harusnya sudah ganti shift, tapi karena ada aksi, kita maksimalkan karyawan yang masih di dalam untuk terus bertugas,” ujar Petrus, saat dihubungi Metrotvnews.com.

Petrus memastikan operasional PLTU Cirebon tidak terganggu, kecuali pergantian waktu kerja karyawan saja. Petrus menyebutkan, ada sekitar 200 karyawan yang bekerja di PLTU terbagi tiga shift. Setiap shift berisi sekitar 80 karyawan.

Ini merupakan aksi kelima kalinya sepanjang dua pekan terakhir. Pendemo ingin ditemui manajemen PLTU untuk menyampaikan tuntutan mereka. Antara lain, meminta dipekerjakan di PLTU, isu perusakan lingkungan dan beberapa tuntutan lainnya.


(SAN)