Tokoh Militer: Aksi 2 Desember bukan untuk Makar

Mulvi Muhammad Noor    •    Minggu, 27 Nov 2016 18:08 WIB
unjuk rasa
Tokoh Militer: Aksi 2 Desember bukan untuk Makar
Tokoh militer Kivlan Zein, MTVN - Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor Raya, Jawa Barat, menggelar silaturahmi dan tablig akbar menjelang aksi 2 Desember. Sejumlah ulama dan tokoh nasional yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan aksi 2 Desember bukanlah bertujuan makar.

"Kami bukan mau makar," kata Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zein, tokoh militer Indonesia, usai mengisi acara dalam kegiatan tersebut, Minggu (27/11/2016).

Ia mengatakan aksi itu tak bertujuan pemberontakan terhadap pemerintah. Aksi itu juga bukan sekadar memperjuangkan Islam, tapi penegakan hukum.

"Kita akan menyampaikan aspirasi dengan super damai," lanjut Kivlan.

Ia meminta pemerintah terus menegakkan hukum pada Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Satu di antaranya menahan Ahok.

Kivlan juga mengingatkan peserta aksi mewaspadai gerakan komunis yang menyusup ke kegiatan itu. Kivlan menilai komunis gaya baru masuk ke pemerintahan.

Sementara tokoh pengacara Eggy Sudjana menyampaikan materi ceramah dari perspektif hukum. Menurutnya Undang-undang 1945 sudah mengatur dan memastikan bahwa semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. 

Egyy juga mengaitkan perkara Ahok dengan kasus-kasus penistaan sebelumnya yang menjerat Lia Eden, Ahmad Musadek, dan Arswendo. Ahok harus diperlakukan sama dengan mereka, yakni ditahan. Menurut Egy, akar masalah penegakan hukum bukan berada di kepolisian, melainkan pemerintah. 


(RRN)