Waspadai Trilogi Supermoon

Benny Bastiandi    •    Kamis, 04 Jan 2018 10:21 WIB
super moon
Waspadai Trilogi Supermoon
Gelombang tinggi menghempas ke batu pemecah ombak akibat naiknya permukaan air laut selama fenomena supermoon -- ANT/Iggoy el Fitra

Sukabumi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat di pesisir wilayah selatan mewaspadai terjadinya banjir rob sebagai dampak trilogi supermoon. Posko siaga pun sudah disipakan di sepanjang pesisir selatan.

"Trilogi supermoon itu berlangsung pada 1 Januari, 4 Januari, dan 29 Januari hingga 3 Februari 2018. Sampai saat ini kami belum menerima laporan dampak akibat supermoon, seperti tingginya gelombang laut," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Eka Widiaman di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 3 Januari 2018.

Menurut Eka, BPBD juga sudah menyiapkan relawan di setiap titik di sepanjang pesisiri pantai selatan Sukabumi. "Kalau terjadi kebencanaan, relawan akan cepat melaporkannya," lanjutnya.

Supermoon adalah fenomena astronomi yang terjadi ketika bulan berada pada titik orbitnya yang terdekat ke bumi. Sehingga bulan tampak 30 persen lebih terang dan 14 persen lebih besar dibanding ketika bulan berada pada titik terjauh dalam orbitnya.

Sedangkan, trilogi supermoon adalah rangaian supermoon yang terjadi pada 2018. Ilmuwan mengatakan sangat jarang ada dua supermoon berturut-turut, apa lagi tiga.

Para ilmuwan mengatakan waktu terbaik untuk melihat supermoon adalah ketika bulan terbit dan sebelum matahari terbit, ketika bulan tampak berada di cakrawala. Ini membuat bulan terlihat lebih besar dibanding benda-benda lain yang tampak pada malam hari, seperti bangunan dan pohon-pohon.

Bulan purnama terakhir Januari juga dikenal sebagai blue moon, karena merupakan bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan.
(NIN)