Bakal Calon Bupati Garut akan Dikonfrontasi soal Suap

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 01 Mar 2018 23:56 WIB
kasus suap
Bakal Calon Bupati Garut akan Dikonfrontasi soal Suap
Ilustrasi kasus suap, Medcom.id - M Rizal

Bandung: Polda Jawa Barat menangkap mantan bakal calon Bupati Garut Soni Sundani, Kamis, 1 Maret 2018. Ia diduga melakukan penyuapan pencalonan kepala daerah setempat.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana mengatakan penyidik memeriksa Soni atas dugaan menyuap Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat. Penyuapan juga diduga dilakukan kepada Ketua Panwaslu Garut Heri Basri.

"Ada tersangka pertama yaitu Didin Wahyudi yang menyerahkan uang. Jelas, uang itu dari Sono," ujar Umar dalam keterangan persnya di Mapolda Jabar, Kota Bandung.

Penyidik kemudian memeriksa dugaan tersebut. Penyidik juga meminta keterangan pendamping Soni (bakal calon bupati Garut Usep Nurdin). 

Baca: Ketua Panwaslu dan Komisioner KPUD Garut Diringkus Polisi

Polisi mengantongi dua alat bukti untuk menahan Soni. Yaitu keterangan dari Didin dan Soni.

"Dan bukti transaksi perbankan karena transaksinya bukan tunai tapi (transfer) antarrekening. Buktinya cetak transfer. Akan kami cek ke petugas bank untuk membuktikannya," lanjut Umar.

Umar mengatakan bukti transfer cukup banyak. Mulai dari Rp1 juta, Rp2 juta, dan Rp500 ribu.

Sementara Soni, ungkap Umar, mengaku memberikan uang pada Didin. Tapi, uang itu bukan untuk suap.

"Bahasanya untuk operasional. Oleh sebab itu, nanti kita buatkan berita acara konfrontasi antara Didin dan Soni," katanya.

Beberapa hari lalu, Polda Jabar menahan Ade dan Heri. Polda juga menahan Didin, anggota tim sukses Soni-Usep

Pasangan itu maju dari jalur perseorangan. Diduga, tiga orang itu terlibat dalam kasus suap untuk memenangkan Soni-Usep dalam Pilkada Garut 2018.


(RRN)