200 Warga Direlokasi Akibat Tanah Bergerak

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 01 Mar 2018 16:47 WIB
pergerakan tanah
200 Warga Direlokasi Akibat Tanah Bergerak
Pergerakan tanah di Desa Cimanintin, Jatinunggal, Kabupaten Sumedang. (ANT/Agvi Firdaus)

Bandung: Sebanyak 200 warga terpaksa direlokasi akibat tanah di Desa Cimaningtin, Jatimulya, Kabupaten Sumedang, tak stabil. Permukaan tanah di desa itu acap bergerak sejak 23 Februari 2018.

Ketua Tim Tanggap Darurat Mitigasi Bencana dan Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi untuk Longsor di Sumedang, Hery Purnomo, mengatakan pergerakan tanah makin kencang dari hari ke hari. Hujan memperparah keadaan.

"Bencana menyebabkan 54 rumah rusak dan hancur. Sampai sekarang," kata Heru saat ditemui Medcom.id di Kantor Geologi, Jalan Diponegoro Kota Bandung Kamis 1 Maret 2018.

Hery menuturkan, kondisi tanah gembur yang juga melapuk dan mudah menyerap air menyebabkan pergeseran tanah meluas. "Pelapukan tanah sangat tebal dari 4 - 7 meter, sehingga ketika longsor kondisi tanahnya akan jenuh air. Lalu kondisi ke lerengnya cukup terjal seukuran 25 - 35 derajat," bebernya.

Selain itu, di bagian atas lereng dibuat persawahan sehingga makin memicu longsor. Sedangkan di dasar lereng adalah permukiman, yang juga banyak diisi kolam. 

"Sehingga tanah di situ jenuh air, menyebabkan tanah menjadi tidak stabil, dan kemiringan lerengnya terjal. Akhirnya perlahan-lahan menyebabkan longsor," ucapnya.

Pihaknya, kata dia telah menyosialisasikan bahaya pergerakan tanah ke aparat dan pemerintah daerah untuk dilanjutkan ke masyarakat. Tak hanya itu, solusi pun telah diberikan yakni berupa relokasi warga terdampak. 

Namun solusi tersebut perlu dimusyawarahkan terlebih dahulu. "Karena tanahnya milik penduduk dan desa maka harus dimusyawarahkan terlebih dahulu," paparnya.


(LDS)