Aher Klaim Angka Kemiskinan Jabar Turun

Jaenal Mutakin    •    Selasa, 16 Jan 2018 17:40 WIB
kemiskinan
Aher Klaim Angka Kemiskinan Jabar Turun
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan -- ANT/Indrianto Eko Suwarso

Bandung: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengklaim angka kemiskinan di Jabar turun. Ia menyebut angka kemiskinan di Jabar pada September 2017 hanya 7,8 persen, lebih rendah dari pada Maret 2017 yang mencapai 8,7 persen.

Pria yang akrab disapa Aher ii mengungkapan jika secara populasi angka kemiskinan turun 394 ribu jiwa. "Ini penuruan terbesar sepanjang saya jadi gubernur selama 10 tahun," kata dia di depan Presiden Joko Widodo saat penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa, 16 Januari 2018.

Selain itu, lanjut Aher, ada peningkatan indeks pendidikan pada 2016 menjadi 61,3 poin dibandingkan 2015 yang hanya 60,4 poin. Sedangkan, lama sekolah di Jabar saat ini mencapai 7,22 tahun di kabupaten dan 9,92 tahun di kota.

"Angka partisipasi kasar sekolah menengah pada 2012 mencapai 67,56 persen dan 2016 naik menjadi 72,62 persen," beber Aher.

Aher berharap adanya PKH dan KIP semakin meningkatkan taraf hidup di daerahnya. Ia pun berpesan pada penerima KIP atau PKH untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Kartu sakti itu menjadi upaya pemerintah untuk mensejahterakan dan memajukan masyarakat," tegasnya.

Pagi tadi, Presiden Joko Widodo membagikan 1.771 KIP dan 1.000 PKH di Kota Banjar. Ia berpesan agar masyarakat tidakmenyalahgunakan program bantuan sosial itu untuk keperluan lain.

"Beli buku, sepatu, tas, untuk sekolah boleh. Tapi, kalau ada yang ketahuan beli pulsa, kartunya dicabut. Jadi, (KIP) hanya dipakai untuk hal-hal berkaitan dengan sekolah dan pendidikan kita," kata Jokowi.

Jokowi juga berpesan agar orang tua menggunakan PKH untuk meningkatkan gizi anak-anaknya. Dampak peningkatan gizi akan dirasakan 20 tahun hingga 30 tahun ke depan.

"Jadi, jangan bapaknya yang makan telur dan ikan. Tapi, anaknya," kata Jokowi.


(NIN)