Amien Rais dan Neno Warisman Saksikan Sidang Vonis Buni Yani

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:53 WIB
buni yani tersangka
Amien Rais dan Neno Warisman Saksikan Sidang Vonis Buni Yani
Amien Rais duduk di kursi pengunjung menyaksikan sidang vonis Buni Yani di Bandung, Selasa 14 November 2017, MTVN - Octavianus

Bandung: Tokoh Amien Rais menhadiri sidang vonis Buni Yani di Gedung Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Jawa Barat. Buni Yani disidang sebagai terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian dan pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua Dewan Kehormatan Partai Partai Amanat Nasional (PAN) itu memasuk ruang sidang sekitar pukul 11.11 WIB, Selasa 14 November 2017. Sebelum masuk ruang sidang di Jalan Seram itu, Amien berorasi di luar gedung. Ia mengajak massa di luar ruang sidang memberikan dukungan pada Buni Yani.

"Keadilan harus ditegakkan, saya ingin mengajak semuanya membela Buni Yani dari diskriminalisasi," ungkap Amien Rais.

Amien Rais berharap Majelis Hakim dapat menyampaikan putusan yang adil pada Buni Yani. Bila pun tidak, Amien mendorong Buni Yani dan kuasa hukum melakukan banding. Amien menyatakan siap membantu upaya hukum bila Buni Yani melakukan banding.

Baca: Buni Yani Bersumpah tak Pernah Memotong Video Pidato Ahok

"Mudah-mudahan keputusan yang diberikan hakim  adalah kabar gembira. Kalau (vonisnya) enteng kita terima, kalau berat kita akan lanjutkan usaha," tandasnya.

Hingga kini, Majelis Hakim masih membacakan amar putusan. Selain Amien Rais, Titi Widoretno Warisman atau Neno Warisman juga hadir memberikan dukungan pada Buni Yani.

Di sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut dua tahun penjara pada Buni Yani. Jaksa juga menuntut Buni Yani membayar denda Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Baca: Buni Yani Dituntut Dua Tahun Penjara

Buni Yani didakwa dengan pasal 32 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 yang berisi: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

Buni berurusan dengan hukum setelah mengunggah video pidato Ahok yang mengutip surah Al Maidah ayat 51, Facebook. Pidato itu disampaikan Ahok di Kepulauan Seribu pada September 2016.

Buni mengaku, mendapat video tersebut dari akun Facebook Media NKRI. Unggahan Buni membuat Ahok harus berurusan dengan hukum. Ahok divonis dua tahun penjara atas kasus penodaan agama.
 
Sementara itu, Buni terjerat kasus penghasutan berbau SARA. Dia dijerat Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Lihat video:
 


(RRN)