Kemenko PMK Imbau Masyarakat Lakukan Aksi Revitalisasi Sungai Citarum

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 04 Sep 2018 16:50 WIB
berita kemenko pmk
Kemenko PMK Imbau Masyarakat Lakukan Aksi Revitalisasi Sungai Citarum
Workshop Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas -- Foto: Istimewa

Bandung: Pemerintah menggalang gotong royong pelaksanaan aksi nyata bersama dengan warga Citarum untuk mengurangi pencemaran dan merevitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Hal ini diwujudkan dalam Program Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Berbasis Masyarakat.

Program PRB Berbasis Masyarakat ini merupakan bentuk implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental yang bertujuan untuk mencapai perubahan pola pikir masyarakat di Kabupaten Bandung Barat, agar siap siaga dalam menghadapi bencana.  

“Kami mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai aksi nyata yang terkait langsung dengan gerakan PRB, seperti melakukan penghijauan, pembuatan biopori, dan juga bersih-bersih Sungai Citarum” ujar Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Iwan Eka Setiawan dalam keterangan tertulis, saat mengikuti workshop Gerakan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas, Bandung, 4 September 2018.

Workshop tersebut memaparkan upaya revitalisasi dan pengendalian pencemaran Sungai Citarum, termasuk mitigasi bencana seperti pembuatan jalur evakuasi, pembangunan tenda penampungan dan dapur umum, serta penyelamatan kaum rentan (lansia, anak-anak, dan perempuan).

“Hal-hal ini bertujuan untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian infrastruktur. Selain itu, masyarakat diedukasi untuk membuat konsep pengurangan risiko bencana” kata Iwan.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk nyata dukungan terhadap Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan kerusakan DAS Citarum. Kemenko PMK pun telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup Provinsi , Komandan Satuan Tugas Sungai Citarum, BPBD, juga termaksud dengan Baznas.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Maritim Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman Tubagus Haeri optimistis program revitalisasi DAS Citarum berbasis masyarakat dapat memberikan hasil yang positif.

“Saya dapat laporan masyarakat sudah dapat memancing dan juga Sungai Citarum dapat digunakan untuk juga melakukan aktivitas olahraga, termasuk dijadikan lokasi lomba 17-an. Ini hasil dari perubahan perilaku masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersihan,” ungkap dia.

Sebagai sungai strategis, Tubagus menekankan pentingnya kontribusi masyarakat agar upaya revitalisasi DAS Citarum dapat terus berjalan dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan terus oleh masyarakat.

“Citarum mensuplai 2.000 MW listrik untuk Jawa-Bali, termasuk berkontribusi juga sebanyak enam sampai delapan persen terhadap program beras nasional. Jadi penting untuk terus dipelihara," ucapnya.


(Des)