Aksi 'Begal' Payudara di Depok Terjadi di Gang Sempit

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 17 Jul 2018 12:27 WIB
pelecehan seksual
Aksi 'Begal' Payudara di Depok Terjadi di Gang Sempit
Gang Swadaya II, Cimanggis, Depok, Jabar, lokasi pelecehan. (Foto: Octavianus Dwi Sutrisno)

Depok: ATN, 20, mahasiswi di wilayah Depok, Jawa Barat, jadi korban pelecehan seksual di sebuah gang sempit, di Gang Swadaya Dua, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Kejadian nahas yang menimpa ATN terjadi pada Minggu, 15 Juli 2018, sekitar pukul 06.00 WIB. 

ATN yang merupakan mahasiswi, menyambi berjualan donat untuk memenuhi kebutuhan kuliah. "Saya waktu itu berangkat jualan karena dapat pesanan kue donat lumayan banyak, untuk efisiensi waktu saya keluarnya pagi sekitar pukul 05.56 WIB," ungkap wanita berkerudung itu saat ditemui di indekos, di Gang Jengkol, Kelapa Dua, Depok, Selasa 17 Juli 2018.

ATN menuturkan, rute jalan yang digunakannya saat berjualan yakni memutar menuju Gang Swadaya II. Gang tersebut, hanya bisa dilalui oleh satu kendaraan roda dua. Dia mengingat, saat melewati gang tersebut ada pemotor yang hendak lewat. 

"Biasanya di situ sudah ramai orang lalu lalang. Tapi waktu itu sepi banget, sampai akhirnya ada orang naik motor lewat dari arah berlawanan (depan)," urainya.

Karena gang yang sempit, sementara ATN memawa beberapa boks berisi donat. Dia mengalah, dan membiarkan motor untuk melaju lebih dulu. 

"Saya enggak turunin boks dan tetap berjalan. Saat dia (pemotor) mau lewat, saya berhenti. Saat mendekat, tepat di samping saya, tangan kirinya gerak ke dada dan terasa meremas. Saya kaget saya nengok lalu melihat dia," tuturnya.

Gadis berusia 20 tahun itu hanya terdiam, sambil memandangi pria yang baru saja melecehkan dirinya sambil berlalu keluar gang. 

"Saya bengong, diam dan takut tapi saya mencoba menahan diri dan melanjutkan berjalan kaki," jelasnya.

Namun, pemotor tak dikenal itu kembali masuk ke gang dan kembali menghampiri ATN. Bermodus, menanyakan harga satu buah donat yang dijual ATN. Pelaku, kembali melakukan aksi bejatnya terhadap ATN dan melesat ke ujung gang.

Tak berhenti. Pelaku kembali berbalik arah dan mendekati korban. ATN mengaku sempat menghardik pelaku. "Saya bilang, kakak jangan gitu. Lalu dia (pelaku) bilang sudah diam bentar saja. Lalu  (pelaku) membuka resleting celananya sambil mengeluarkan kemaluannya," bebernya.

ATN sempat berteriak dan hendak kabur. Namun, karena kondisi jalan sempit dan dalam keadaan terjepit. Akhirnya mahasiswi semester enam itu pasrah.

"Waktu mau kabur, dia mukul kepala saya, sambil mengancam saya bunuh kamu. Begitu katanya," ungkapnya.

Beruntung, ada seorang ibu rumah tangga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian keluar. Akhirnya pria tak dikenal tersebut kabur.

ATN menuturkan, pelecehan yang dialaminya juga pernah terjadi. Kala itu tiga rekannya pun jadi korban, lokasi pelecehan tak jauh dari Gang Swadaya. 

"Sebelumnya teman saya juga pernah mengalami, tapi beda lokasi sama saya," paparnya.

ATN mengaku, segera melapor ke Maporesta Depok terkait pelecehan yang dialaminya. Selain itu, dia berencana meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). 

Sementara itu Enci, 54, seorang ibu rumah tangga yang sempat melihat kejadian yang dialami ATN mengatakan, korban sempat berteriak kencang dan membuatnya penasaran menuju sumber suara.

"Saya keluar rumah, kaget ada apa. (pelaku) Orangnya sempat lihat saya, tapi kabur langsung naik motor keluar gang," paparnya.

Enci menuturkan, ATN kelihatan syok saat itu. Seluruh dagangan ATN jatuh di samping warung, dekat lokasi kejadian. 

"Sampai sekarang dia belum dagang lagi biasa sih lewat sini, tiap pagi rajin anaknya jualan donat," pungkasnya.


(LDS)