Mantan Kepala DPMPTSP Bandung Didakwa Menerima Pungli Rp63,9 Juta

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 14 Jun 2017 20:13 WIB
pungli
Mantan Kepala DPMPTSP Bandung Didakwa Menerima Pungli Rp63,9 Juta
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Bandung: Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung Dandan Riza Wardhana menjalani sidang perdana atas kasus dugaan pungutan liar (pungli). Dandan didakwa atas penerimaan uang pengurusan perijinan sebesar Rp63,9 juta.

Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kota Bandung Muhammat Fahrul Rozzi menyebutkan, Dandan memerintahkan secara lisan kepada anak buahnya, Noerkiyah Setiawati dan Muthia, untuk menghimpun uang titipan dari para staf bidang B yang terkait dengan pengurusan perizinan di dinas tersebut. Dandan juga memerintahkan secara lisan kepada Kepala Bidang D Wawan Khaerullah untuk pengurusan perizinan.

"Ini tentunya bertentangan dengan kewajiban sebagai PNS," kata Fahrul di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan L.R.E. Martadinata, Bandung, Jabar, Rabu 14 Juni 2017.

Fahrul menuturkan, uang Rp63,9 juta berasal dari Noerkiyah yang dikumpulkan dari staf bidang B sebanyak Rp12.750.000 untuk pengurusan perijinan Surat Ijin Usaha Pariwisata (SIUP). Sedangkan Rp43.650.000 diserahkan Muthia untuk pengurusan perizinan Ho, TDP (Tanda Daftar Pariwisata), IUI (Izin Usaha Industri), TDG (Tanda Daftar Gudang), IUJK (Izin Usaha Jasa Konstruksi), TDUK (Tanda Daftar Usaha Kecil), serta TDUM (Tanda Daftar Usaha Mikro).

"Sementara, Kepala Bidang D Wawan Khaerullah menyerahkan uang Rp7,5 juta di ruang kerjanya untuk pengurusan izin reklame," lanjut Fahrul.

(Baca: Polisi Prarekonstruksi Kasus Pungutan Liar di Dinas Penanaman Modal)

Pada sidang yang diketuai Majelis Hakim Tardi itu, JPU mendakwa Dandan dengan Pasal alternatif, yakni Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Efran Helmi Juni selaku penasehat hukum terdakwa mengatakan, selama ini kliennya tidak pernah berhubungan dengan pemohon izin. "Kita harus mnghormati azas praduga tidak bersalah. Jadi, nanti kita sama-sama periksa di persidangan untuk membuktikan apa yang dimaksud oleh JPU," tandasnya.

Pada Jumat 27 Januari 2017, polisi melakukan OTT terhadap Dandan. Polisi lalu menyita uang dan mobil dari rumahnya yang diduga berkaitan dengan dugaan kasus pungutan liar pengurusan sejumlah perizinan.

(Baca: Diduga Lakukan Pungli Kepala Dinas PMPTSP Bandung jadi Tersangka)

Tiga hari setelah itu, Polrestabes Bandung menetapkan Dandan sebagai tersangka. Tidak lama, lima lainnya menyusul menjadi tersangka, yaitu Wawan Khaerullah, Sekpri Kadis PMPTSP Ayi Sundana, dan sejumlah staf; Mutia, Nurkiah, serta Dadam.


(NIN)