Sembilan Kali Operasi, Dua Kaki Helmi tak Membaik

Roni Kurniawan    •    Senin, 17 Jul 2017 15:41 WIB
pramuka
Sembilan Kali Operasi, Dua Kaki Helmi tak Membaik
Endang Wahyu Hidayat, 38, menunjukkan foto anaknya, Helmi Zain Ramdhani, saat menjalani perawatan di rumah sakit. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Keceriaan Helmi Zain Ramdhani, 11, sudah tak terpancar lagi sejak Februari 2017. Dua kakinya tak lagi bisa digerakkan meski telah sembilan kali operasi.

Bocah asal Buahbatu, Kota Bandung ini tak bisa bermain dengan sebayanya di luar rumah. Kakinya tersambar api unggun saat mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu di sekolahnya, SD Plus Al-Aitaam Bandung. 

Diakui sang ibu, Mea Nursanti, 38, seluruh operasi dilakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, upaya operasi tersebut belum membuahkan hasil. Kini Helmi menjalani rawat jalan setelah empat bulan menginap di RSHS.

Baca: Dua Kaki Helmi Hangus Tersambar Api Unggun Pramuka

"Satu kali operasi itu biayanya sampai Rp12 juta. Kita waktu itu bingung harus cari uang ke mana setiap kali operasi," ujar Mea saat ditemui di kediamannya, jalan Kencana Wangi VI, Blok A No. 10, RT 03/09, kelurahan Cijawura, kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Senin 17 Juli 2017.

Mea mengatakan, pihak sekolah sudah memberikan bantuan berupa biaya perawatan Helmi di rumah rumah sakit selama dua minggu. Selanjutnya, Mea mengaku, belum mendapat kabar dari pihak sekolah, meski sempat mendapat janji akan membantu Helmi hingga sembuh.

"Pihak sekolah mau bertanggung jawab. Waktu itu bayar biaya kurang lebih sekitar Rp32 juta, rinciannya ada. Tapi sampai sekarang pihak yayasan belum ngasih kabar lagi, meski waktu itu istri pemilik yayasan itu sudah bilang mau bantu sampai Helmi sembuh," urai Mea.

Tolak operasi ke-10

Mea mengaku biaya perawatan Helmi ditanggung asuransi, yakni BPJS Kesehatan. Namun, kata dia, biaya operasi dan beberapa obat tidak di-cover BPJS.

"Kita pakai BPJS, tapi enggak semuanya dicover. Kita sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencari biaya termasuk ke saudara-saudara. Tapi sekarang bingung," beber dia.

Bahkan Mea menolak operasi ke-10 untuk anaknya yang ditawarkan rumah sakit. Selain biaya yang menjadi pertimbangan, Mea pun melihat kondisi anaknya tak mengalami perubahan.

"Ya kita rawat saja di rumah akhirnya. Kebetulan tetangga saya ada mantan suster, jadi saya minta tolong ke tetangga kalau pas ganti perban," cetusnya.

Selain di RSHS, Helmi pun sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Borromeus Bandung selama empat hari sebelum bulan Ramadan kemarin. Namun kembali karena pertimbangan biaya, Helmi pun kini harus menjalani perawatan di rumah ala kadarnya.

"Sebelum puasa empat hari di Borromeus, tapi karena biaya mahal karena BPJS sudah enggak menanggung karena sudah lebih dari enam bulan," pungkas Mea.


(SAN)