Kota Bogor Akan Tiru Konsep TransJakarta

Mulvi Muhammad Noor    •    Senin, 19 Sep 2016 20:53 WIB
kemacetan lalu lintas
Kota Bogor Akan Tiru Konsep TransJakarta
?Trans Pakuan, Bus Rapid Transit (BRT) milik Kota Bogor. Foto: Metrotvnews.com/Mulvi

Metrotvnews.com, Bogor: Untuk mengatasi kemacetan, Pemerintah Kota Bogor berupaya mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke kendaraan umum. Dalam jangka panjang, Pemerintah Kota Bogor akan menyediakan koridor khusus untuk Trans Pakuan, seperti konsep TransJakarta yang diterapkan di Ibukota. 

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengatakan penyediaan jalur khusus atau dedicated line untuk Trans Pakuan masih dalam proses pengkajian. Konsep dasar secara kasar sudah ada, namun perlu pematangan. 

"Sekarang sedang kita kaji secara serius, persiapannya apa saja," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor, Senin (19/9/2016). 

Bima menyebutkan penyediaan jalur khusus untuk Trans Pakuan harus dilakukan untuk menarik minat warga menggunakan transportasi umum. Itu juga sebagai apresiasi bagi warga, agar mendapatkan pelayanan transportasi yang lebih baik. 

"Kami akan mendorong atau memaksa warga menggunakan transportasi publik. Ini sedang kami kaji," kata dia. 

Kendati demikian, Bima belum bisa memastikan target pencapaian kapan jalur khusus Trans Pakuan itu akan terbentuk. Pihaknya masih berkonsentrasi pada kebijakan konversi angkot menjadi bus Trans Pakuan. 

"Nanti kami sampaikan (targetnya, red.), yang penting konsepnya sudah ada semua," kata dia. 

Bima menegaskan, konversi angkot sudah dimulai dengan kewajiban angkot berbadan hukum yang saat ini sudah hampir 100 persen, dari total 3.412 angkot yang terdata di Kota Bogor. Setelah itu, setiap angkot akan dikonversi menjadi dua atau tiga unit bus Trans Pakuan. 

Teknis konversi angkot ini akan diatur melalui peraturan walikota yang saat ini tinggal menunggu tahap finalisasi. Di dalamnya mengatur mekanisme subsidi, standar pelayanan minimal dan teknis konversi angkot lainnya. 

"Perwalinya sudah ada di meja saya, sedang saya pelajari untuk di finalisasi," kata Bima. 

Sementara itu, penyediaan jalur khusus bagi Trans Pakuan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan di Kota Bogor. Terlebih masalah ini sudah menjadi perhatian dunia, dengan dijadikannya Bogor sebagai kota terburuk bagi pengendara ke dua di dunia oleh Waze, pengelola aplikasi navigasi yang berbasis di Amerika.


(UWA)