Suami Istri Berkebangsaan Asing Ditemukan Terdampar di Perairan Indramayu

dedy musashi    •    Sabtu, 28 May 2016 10:14 WIB
kapal asing
Suami Istri Berkebangsaan Asing Ditemukan Terdampar di Perairan Indramayu
Kapal Basarnas yang mengevakuasi suami istri berkebangsaan asing yang terdampar di perairan Indramayu, Metrotv - Dedy Musashi

Metrotvnews.com, Indramayu: Tim gabungan menemukan pasnagan suami istri berkebangsaan asing di perairan Indramayu, Jawa Barat. Mereka terdampar di gugusan Pulau Rakit setelah dua hari hilang kontak.

Tim gabungan menemukan mereka sekira pukul 17.00 WIB. Tim lalu membawa mereka ke Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon untuk perawatan dan penanganan kesehatan.

Hingga Sabtu 28 Mei, keduanya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Keduanya yaitu Somporn Thonchai, 47, berkebangsaan Thailand dan suaminya, Anton Burman, 55, asal Australia.


(Somphorn, perempuan asal Thailand yang kapalnya hilang kontak di Indramayu,  Metrotv - Dedy Musashi)

Saat ditemui di rumah sakit, kondisi kesehatan keduanya lebih baik. Thonchai mengalami luka pada kaki namun ia mengaku masih shock.


(Anton, pria asal Australia yang kapalnya hilang kontak di Indramayu,  Metrotv - Dedy Musashi)

Sementara suaminya, Burman, dalam kondisi sehat. Ia hanya mengalami dehidrasi.

Kepala Kantor Basarnas Bandung, Riyadi, mengatakan keduanya kelelahan. Mereka ditemukan di pulau terluar yang berjarak 26 mil dari daratan Indramayu.

"Saat ditemukan, kapal mereka kandas di pantai yang penuh dengan karang. Tapi beruntung mereka dapat diselamatkan," kata Riyadi.


(Kapal ekspedisi milik warga asing terdampar di gugusan Pulau Rakit, Indramayu, istimewa)

Kapal pesiar jenis catamaran yang mengangkut mereka hilang kontak pada 25 Mei 2016. Sinyal terakhir menyatakan mereka berada di perairan Indonesia, tepatnya di gugusan Pulau Rakit, Indramayu.

Baca: Kapal Pesiar Tujuan Australia Hilang di Perairan Indramayu

Mereka menggunakan kapal tersebut dari Phuket, Thailand menuju Darwin, Australia. Mereka melintasi Selat Malaka, perairan Belitung, dan Selat Sunda.

Saat berlayar di Samudera Hindia, angin barat menerjang. Layar kapal robek. Mesin kapal mati.

Mereka sempat mengirimkan tanda bahaya dan sinyal darurat pada keluarga di Australia. Kemudian, keluarga meneruskan sinyal tersebut kepada Kedutaan Besar Australia di Jakarta. 

Informasi itu disampaikan ke Basarnas yang bermarkas di Bandung, Jawa Barat. Pencarian pun dilakukan. 


(Kepala Basarnas Bandung Riyadi, Metrotv - Dedy Musashi)

Petugas kesulitan saat mencari keduanya. Sebab angin kencang dan gelombang setinggi 2 meter menjadi kendala.

"Lalu akhirnya kemarin sore kami menemukan mereka dan mengevakuasi mereka ke Cirebon. Mereka itu sedang dalam masa latihan ekspedisi. Sebab mereka berencana melakukan pelayaran ekspedisi dari Thailand menuju Alaska, Amerika Serikat," ungkap Riyadi.

Sementara itu, Anton Burman berulang kali mengucap terima kasih pada tim gabungan Basarnas, Polair, dan Syahbandar. Mereka pun kini menanti kedatangan perwakilan Kedutaan Besar masing-masing untuk proses lebih lanjut.


(RRN)