Emil Gandeng Pengusaha Bangun Rumah di Garut

Roni Kurniawan    •    Senin, 17 Oct 2016 16:56 WIB
banjir bandang garut
Emil Gandeng Pengusaha Bangun Rumah di Garut
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat melihat denah rumah untuk relokasi warga korban banjir bandang di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan karangpawitan, Kabupaten Garut, Senin (17/10/2016). (Foto: MTVN/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Garut: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggandeng seorang pengusaha ternama Indonesia untuk mengunjungi Kabupaten Garut. Ridwan Kamil datang untuk memberikan bantuan kepada korban bencana banjir bandang beberapa waktu lalu.

Emil tiba tempat relokasi warga di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, sekitar pukul 13.30 WIB. Kedatangannya untuk mengajak pengusaha agar ikut peduli terhadap warga yang menjadi korban banjir bandang.

"Saya telepon orang baik di Jakarta yang levelnya konglomerat untuk membantu proses rekonstruksi ini," ujar Emil, Senin (17/10/2016).

Emil mengatakan, salah seorang pengusaha bersedia untuk membangun puluhan rumah bagi warga korban banjir bandang. Menurut informasi, sekitar 500 kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.

"Pak Tahir saya bawa ke sini, dia sudah berkomitmen minimal 50 rumah akan dibangun oleh dia dengan jaringannya. Karena kebutuhannya banyak untuk 500 kepala keluarga, jadi ini masih jauh enggak mungkin oleh satu orang," urainya.

Kawasan yang memiliki 13 hektare di Kelurahan Lengkong Jaya, Kecamatan Karangpawitan, dipilih oleh Pemerintah Kabupaten Garut untuk membangun puluhan rumah tersebut. Kawasan milik Pemkab Garut yang kini merupakan pesawahan, rencananya akan mulai dibangun puluhan rumah dalam waktu tiga bulan kedepan.

Emil mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadal korban banjir bandang. Terlebih, Emil masih memiliki darah Garut karena kakek dan neneknya berasa dari daerah yang identik dengan camilan dodol itu.

"Ini kan cara saya membantu, kalau saya kan enggak punya duit sebagai Wali Kota. Lebih kepada ada hubungan batin ke Garut, karena kakek dan nenek saya dari Garut," tuturnya.

Sementara itu, Tahir selaku pengusaha asal Jakarta mengaku sanggup untuk membangun hingga 75 unit dengan bangunan tipe 36. Ia pun meminta syarat terhadap Pemkab Garut untuk menyediakan sambungan listrik dan aliran air untuk puluhan rumah tersebut.

"Saya minta syaratnya adalah air sama listrik disiapkan oleh Pemda setempat. Karena kita hanya siapkan bangunannya," kata Tahir di tempat yang sama.

Sebelumnya, banjir bandang menghantam warga Kabupaten Garut pada 20 September silam. Sebanyak warga di 7 kecamatan harus kehilangan tempat tinggal karena tergerus oleh luapan sungai Cimanuk.


(MEL)