Emil Bantah Pembangunan Bandung tak Merata

Roni Kurniawan    •    Kamis, 18 May 2017 12:50 WIB
ridwan kamil
Emil Bantah Pembangunan Bandung tak Merata
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kiri) dan Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial (kanan) saat berdiskusi di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Kamis 18 Mei 2017. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Berbagai isu mulai gencar menerpa Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Salah satunya, tudingan warganet mengenai tidak meratanya pembangunan di Kota Kembang.

Sejak memimpin Kota Bandung pada 2013 hingga sekarang, pria yang akrab disapa Emil tersebut, begitu giat membangun serta merenovasi berbagai fasilitas umum termasuk taman. Beberapa taman pun kini telah hadir, seperti Taman Sejarah Bandung, Taman Film, Taman Jomblo, Taman Alun-alun dan sebagainya. Mayoritas taman itu berada di pusat kota.

Mengenai hal itu, Emil menepis anggapan bahwa pembangunan hanya fokus di pusat kota. Ia mengaku, pembangunan serta renovasi taman untuk mengembalikan Kota Bandung yang dikenal kota taman sejak zaman Belanda.

"Karena pada zaman Belanda, kota tengah ini didesign jadi kota taman. Jadi kalau Bandug banyak taman, karena sejarahnya kota taman. Jadi bukan Wali Kota Bandung gila taman," kata Emil di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, Kamis, 18 Mei 2017.

Emil mengatakan, upaya untuk melakukan pembangunan merata sudah dilakukan melalui Program Inovasi Pemberdayaan dan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) yang memberikan anggaran Rp100 juta untuk setiap RW.

"Itu sudah merata karena bisa untuk membangun infrastruktur. Jadi tidak ada istilah pembangunan hanya di tengah saja," urainya.

Patut diketahui, Emil telah mendeklarasikan diri untuk bertarung dalam Pilgub Jabar 2018. Dia baru mendapat satu dukungan partai politik. Yakni, Partai NasDem.

Namun, Emil harus mencari dukungan partai lain. Sebab, NasDem hanya punya 5 kursi di DPRD Jabar (Pileg 2014).

Sementara itu, PDIP mempunyai 20 kursi; Golkar 17 kursi; PKS 12 kursi; Demokrat 12 kursi; dan Gerindra 11 kursi.

Partai yang kursinya di bawah 10 antara lain, PPP (9), PKB (7), NasDem (5), PAN (4), dan Hanura (3).


(SAN)