Kesulitan Air Bersih, Warga Tangsel Mandi Pakai Air Sungai

Farhan Dwitama    •    Selasa, 14 Aug 2018 12:52 WIB
kekeringankemarau dan kekeringan
Kesulitan Air Bersih, Warga Tangsel Mandi Pakai Air Sungai
Warga Kampung Koceak, RT06/02 Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan mengambil air untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di kali Cisalak, Selasa 14 Agustus 2018. Medcom.id/ Farhan Dwitama.

Tangerang: Sejumlah warga Koceak RT 06/02 Kelurahan Kranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten, kesulitan mendapat air bersih sejak akhir Juli 2018. Mereka terpaksa menggunakan air dari sungai Cisalak.

Sarnah, warga RT06/02 kampung Koceak mengatakan, kesulitan air bersih ini terjadi setiap musim kemarau. Dia bersama sejumlah ibu rumah tangga lainya juga tak bisa berbuat banyak.

"Paling ngandalin dari air kali, buat mandi dan bersih-bersih rumah,” kata Sarnah saat ditemui di sekitar Tangerang Selatan, Banten, Selasa, 14 Agustus 2018.

Sementara untuk kebutuhan minum dan memasak, Sarnah terpaksa harus membeli air minum kemasan. Menurut Sarnah, air sungai tersebut tidak cukup layak untuk dikonsumsi.

Warga sekitar sangat menyayangkan sikap pemerintah Kota Tangerang Selatan yang kurang perhatian. Menurut Sarnah, sejak sekitar satu bulan lalu dilanda kekeringan, baru satu kali mobil tangki air bersih yang datang.

"Baru sekali, kalau enggak salah Senin minggu lalu, itu juga enggak rata semua orang kebagian. Cuma satu mobil doang, ya enggak cukuplah," beber Sarnah.

Dari pantauan di lokasi, air yang digunakan warga terlihat keruh dan dipenuhi sampah. Warga sekitar yang memanfaatkan air tersebut, berupaya menyaring sampah dari aliran kali dengan bambu seadanya. 

"Sebenarnya airnya kotor. Banyak sampah juga, tapi kita butuh buat mandi, cuci. Kalau masak dan minum mah beli," kata warga lain bernama Ojah. 


(DEN)