Pagar Pengaman Permanen di Cikidang Sukabumi Disegerakan

Benny Bastiandi    •    Minggu, 09 Sep 2018 13:49 WIB
kecelakaan bus
Pagar Pengaman Permanen di Cikidang Sukabumi Disegerakan
Sejumlah warga melihat sebuah mini bus berpenumpang wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu, 8 September 2018. Antara/Budiyanto

Sukabumi: Kecelakaan maut terjadi di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, setelah sebuah mikrobus  menabrak pagar pengaman (guard rail) dan masuk jurang. Pagar pengaman baru yang lebih kokoh dan permanen akan dibangun di kawasan tersebut.

"Mungkin nanti guard rail di sini (jalur Cikidang) akan dipasang permanen dengan cara ditembok. Kami akan lakukan analisa lebih lanjut," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi usai meninjau lokasi kejadian pada Sabtu, 8 September 2018.

Ruas jalan di jalur Cikidang tersebut diakuinya butuh perbaikan. Rencananya perbaikan akan dilaksanakan dalam dua tahap, jangka pendek dan jangka menengah.

Baca juga: Dua Lokasi Kecelakaan Bus di Sukabumi Minim Pembatas Jalan

Rencana jangka pendek dilakukan dengan cara memperbaiki kondisi jalan di sekitar lokasi kecelakaan. Termasuk akan menambah penerangan jalan umum, pagar pengaman, serta marka jalan.

"Kalau marka jalan di sebagian ruas jalan sudah ada, tapi di sebagian lagi belum ada. Semua ini akan kita tambah," tuturnya.

Rencana lain lewat mengundang semua operator bus pariwisata untuk mengutamakan jaminan keselamatan penumpang. Langkah ini diambil karena bus nahas yang telah merenggut 21 jiwa tersebut diketahui sudah dua tahun tak diuji berkala.

"Ramp check (uji berkala) ini penting untuk mengetahui jaminan keselamatan. Nanti akan dicek semua peralatan dan perlengkapan dalam kendaraan," tegas dia.

Baca: Bus Kecelakaan Maut di Sukabumi Dua Tahun tak Uji KIR

Kecelakaan maut di jalur Cikidang, kata Budi, harus jadi pelajaran berharga bagi semua elemen. Berbagai upaya perbaikan sarana dan prasarana maupun dari sisi non-teknis lainnya selalu dijaga pemerintah.

Rombongan karyawan PT Catur Putra Raya pada Sabtu berangkat dari Bogor menggunakan empat minibus menuju objek wisata arung jeram Cikidang. Salah satu bus yang mengangkut 35 penumpang dan dua awak bus tiba-tiba oleng dan masuk ke jurang sedalam 31 meter di Cikidang sehingga menyebabkan setidaknya 21 orang di dalamnya meninggal dunia.




 


(SUR)