Sopir Taksi Online di Cirebon Dukung Pembatasan Kuota Armada

Ahmad Rofahan    •    Rabu, 01 Nov 2017 16:13 WIB
polemik taksi online
Sopir Taksi Online di Cirebon Dukung Pembatasan Kuota Armada
ilustrasi

Metrotvnews.com, Cirebon: Pendapatan sopir transportasi online di Cirebon mulai mengalami penurunan. Banyaknya armada baru yang bergabung, menjadi salah satu penyebab pendapatan para sopir online ini menurun cukup drastis.
 
Rencana pemerintah menetapkan batasan jumlah trnasportasi online di setiap wilayah, didukung oleh para sopir taksi online. Menurut mereka, jika tidak ada batasan tersebut, maka akan cukup kesulitan untuk mendapatkan order dan tidak sebanding dengan warga yang membutuhkan.
 
“Sekarang saja sudah mulai menurun, apalagi jika terus dibuka,” kata Hendry (23) sopir trasnportasi online di Cirebon, Kamis 1 November 2017.
 
Hendry sangat mendukung rencana pemerintah melalui revisi peraturan taksi online, yang akan mengatur masalah kuota atau perencanaan kebutuhan. Pemuda yang bergabung pada angkatan pertama transportasi online masuk di Cirebon ini menjelaskan, saat bulan Mei lalu, pendapatan perharinya bisa mencapai Rp1,1 juta - Rp1,2 juta setiap harinya.
 
“Tapi sekarang sekitar Rp300 ribu saja,” kata Hendry.
 
Begitu juga dialami Sukarso (49), pendapatannya juga mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir ini. Menurut Sukarso, Kota Cirebon hanya memiliki luas sekitar 36 Kilometer. Jika jumlah armada transportasi online tidak dibatasi, maka jumlahnya akan tidak ideal.
 
“Bisa-bisa lebih banyak armadanya dibandingkan penumpangnya,” kata Sukarso.
 
Pasca adanya Ikrar perdamaian antara Transportasi Online dan Transportasi Konvensional di Cirebon, hingga saat ini tidak pernah terjadi lagi gesekan antara dua moda transportasi tersebut. Walaupun begitu, kedua belah pihak harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, terutama tentang area penjemputan.
 
“Ada kesepakatan mengenai wilayah penjemputan penumpang. Itu yang kita sepakati bersama,” kata Sukarso.


(ALB)